Hati Hati Jalan Berlubang, Pelek Belakang Motor Rentan Peang

Otomatif9 Views

Hati Hati Jalan Berlubang, Pelek Belakang Motor Rentan Peang Kondisi jalan yang berlubang masih menjadi persoalan di berbagai daerah, terutama setelah musim hujan. Bagi pengendara sepeda motor, lubang di permukaan aspal bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan dan kondisi kendaraan. Salah satu komponen yang paling sering terdampak adalah pelek belakang.

Banyak pengendara baru menyadari kerusakan setelah motor terasa oleng atau muncul getaran tidak biasa saat melaju. Pelek belakang yang peang atau bengkok sering kali terjadi akibat benturan keras dengan lubang jalan, terutama ketika kecepatan tinggi atau beban kendaraan cukup berat.

Mengapa Pelek Belakang Lebih Rentan

Secara teknis, roda belakang motor menanggung beban lebih besar dibanding roda depan. Selain menopang bobot pengendara, roda belakang juga memikul beban tambahan seperti penumpang dan barang bawaan.

Ketika motor menghantam lubang dengan tekanan kuat, energi benturan langsung diterima pelek. Jika kondisi jalan buruk dan pengendara tidak sempat mengurangi kecepatan, risiko pelek berubah bentuk semakin tinggi.

Distribusi Beban Kendaraan

Sebagian besar sepeda motor dirancang dengan distribusi beban yang condong ke belakang. Saat berakselerasi, bobot kendaraan makin bertumpu pada roda belakang.

Kondisi ini membuat pelek belakang lebih sering menerima tekanan besar, terutama ketika membawa muatan berlebih.

Posisi dan Reaksi Pengendara

Dalam banyak situasi, pengendara cenderung menghindari lubang dengan membelokkan setang secara mendadak. Tindakan ini kadang hanya menyelamatkan roda depan, sementara roda belakang tetap menghantam lubang.

Benturan yang terjadi sering kali lebih keras karena sudut roda tidak lagi lurus.

Tanda Tanda Pelek Belakang Peang

Kerusakan pada pelek belakang tidak selalu langsung terlihat. Namun ada beberapa gejala yang dapat dirasakan pengendara setelah melewati jalan rusak.

Motor mungkin terasa bergetar pada kecepatan tertentu. Selain itu, suara berisik dari roda belakang juga bisa menjadi indikasi adanya perubahan bentuk pelek.

Getaran Saat Melaju

Getaran yang muncul terutama ketika kecepatan meningkat menjadi tanda umum pelek tidak lagi presisi. Ban yang tidak berputar sempurna akibat pelek bengkok memengaruhi keseimbangan kendaraan.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempercepat keausan ban.

Ban Sering Kempis

Pelek yang berubah bentuk bisa menyebabkan tekanan ban tidak stabil. Bibir pelek yang bengkok membuat ban tidak menempel rapat sehingga udara perlahan keluar.

Pengendara mungkin harus sering menambah angin tanpa menyadari penyebab utamanya adalah kerusakan pelek.

Faktor Penyebab yang Sering Terjadi

Selain kondisi jalan berlubang, ada beberapa faktor lain yang memperbesar risiko pelek peang.

Kualitas material pelek menjadi salah satu penentu. Pelek berbahan tipis atau kurang kuat lebih mudah berubah bentuk saat menerima benturan keras.

Tekanan Angin Tidak Sesuai

Tekanan angin yang terlalu rendah membuat ban tidak mampu meredam benturan dengan optimal. Akibatnya, tekanan langsung diteruskan ke pelek.

Sebaliknya, tekanan terlalu tinggi juga tidak ideal karena mengurangi fleksibilitas ban saat menghantam permukaan tidak rata.

Beban Berlebih

Mengangkut beban melebihi kapasitas kendaraan meningkatkan tekanan pada roda belakang. Ketika melewati jalan rusak, beban tambahan memperbesar risiko kerusakan.

Cara Mencegah Kerusakan Pelek

Pengendara dapat melakukan beberapa langkah untuk meminimalkan risiko. Mengurangi kecepatan saat melewati jalan yang tidak rata menjadi langkah utama.

Mengamati kondisi jalan dari jarak aman membantu pengendara menghindari lubang lebih efektif.

Rutin Memeriksa Tekanan Ban

Memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan membantu ban bekerja optimal sebagai peredam benturan.

Pemeriksaan berkala juga mencegah risiko ban kempis mendadak saat berkendara.

Gunakan Pelek Berkualitas

Memilih pelek dengan material yang kuat dan sesuai spesifikasi kendaraan membantu meningkatkan ketahanan terhadap benturan.

Perawatan rutin di bengkel juga dapat mendeteksi kerusakan lebih awal sebelum menjadi lebih parah.

Dampak pada Keselamatan Berkendara

Pelek belakang yang peang tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan. Kendaraan menjadi kurang stabil, terutama saat menikung atau mengerem.

Kerusakan yang tidak segera ditangani dapat memengaruhi komponen lain seperti bearing roda dan sistem suspensi.

Risiko Kehilangan Kendali

Pada kecepatan tinggi, roda yang tidak presisi meningkatkan kemungkinan motor sulit dikendalikan. Situasi ini menjadi lebih berisiko saat jalan basah atau licin.

Pengendara yang menyadari adanya gejala sebaiknya segera memeriksakan kendaraan ke bengkel terpercaya.

Kondisi jalan berlubang masih menjadi tantangan bagi pengendara sepeda motor. Perhatian terhadap kondisi pelek belakang menjadi bagian penting dari perawatan kendaraan. Pemeriksaan rutin dan kebiasaan berkendara yang hati hati membantu mengurangi risiko kerusakan sekaligus menjaga keselamatan di jalan.