Virtual Influencer: Pengertian Serta Pro dan Kontranya

Virtual Influencer - Pengertian Serta Pro dan Kontranya

Di era sekarang ini Kamu berada pada zaman yang sangat cepat. Maksudnya adalah perkembangan informasi yang sangat pesat dan tidak ada batasan. Banyak orang-orang yang tiba – tiba menjadi terkenal dengan sangat singkat. Influencer pun berdatangan, Namun tahukah Kamu bahwa ada hal yang bernama virtual influencer? Apa itu? Bagaimana mereka bekerja? Ketahui lebih lanjut yuk.

Apa Itu Virtual Influencer?

Kamu pasti sudah pernah mendengar tentang influencer. Mereka adalah orang – orang yang memiliki fame, followers dan juga kemampuan untuk menggiring opini atau meng influence orang lain. 

Orang yang memiliki hal – hal tersebut dapat Kamu katakan sebagai influencer. Beberapa tahun kebelakang pun muncul sesuatu hal baru yang bernama virtual influencer. 

Sama seperti influencer dalam arti sesungguhnya. Virtual influencer juga melakukan hal yang serupa. Namun influencer ini bukanlah manusia seperti influencer kebanyakan. Mereka merupakan hasil dari komputer atau CGI yang mana dapat meniru karakteristik dan kepribadian manusia yang realistis.

Pembuatan influencer ini menggunakan perangkat lunak atau software yang ada.  Software populer yang muncul dalam jalur pembuatan influencer ini adalah Maya, Houdini, Cinema 4D, Unreal Engine, ZBrush, Modo, 3ds Max, Daz Studio, Blender, Photoshop, Lightroom, Illustrator, dan masih banyak lagi.

Hal ini berbeda dengan karakter kartun yang sering Kamu tonton dalam internet atau layar kaca televisi rumah Kamu. Jika karakter kartun alurnya ditetapkan oleh pembuat cerita, virtual influencer tidak. Mereka memiliki free will untuk melakukan apa saja. Itulah yang membedakan kedua hal tersebut.

Jika karakter yang Kamu lihat pada media sosial merupakan sesuatu yang teratur dan tidak pernah keluar dari jalur yang sudah tertulis, maka mereka bukan influencer ini. Influencer ini layaknya orang kebanyakan, hidup dengan sendirinya dan memiliki kebebasan untuk berekspresi.

Baca Juga:   Influencer yang Memiliki Bisnis Sukses di Indonesia

Bagaimana Virtual Influencer Bekerja?

Tentu saja virtual influencer tidak benar-benar exist menurut arti tradisional dari kata tersebut. Mereka adalah buatan tangan manusia yang menyerupai manusia pada umumnya. Sehingga dapat dikatakan mereka tidak benar – benar hidup. Namun ada dalang dibalik semua pergerakan dan action yang mereka lakukan. Bagaimana cara kerjanya?

Dari tiap influencer ini ada pencipta yang cerdas memiliki self branding yang baik dan juga seorang individu yang memiliki insting kuat untuk teknologi yang tak ingin masyarakat tahu identitasnya. Merekalah yang memiliki andil untuk membuat para influencer ini menjadi terkenal di masing – masing platform media sosialnya. 

Mereka juga yang memikirkan strategi tentang bagaimana menjadi influencer yang terkenal dan mendunia dengan cepat dari balik layar. Selain itu para pencipta ini yang menentukan arah para influencer ini. 

Para pencipta memilih cara mereka berpenampilan, berpakaian, dan bertindak. Mereka juga memutuskan dengan siapa mereka bergaul, memiliki pasangan dan berkolaborasi dalam platform media sosial. Yang terbaik dari semuanya, mereka dapat menyimpan uang yang merupakan hasil influencer ini dari kesepakatan kerjasama dengan para brand yang mereka ambil.

Pembuat konten ini kemudian mengedit influencer mereka ke latar belakang apa pun yang mereka inginkan. Jadi, jika mereka telah menciptakan jenis influencer yang suka bepergian, maka yang mereka butuhkan hanyalah gambar latar beresolusi tinggi dari beberapa lokasi yang berjauhan yang mana dapat mereka lakukan dari rumah dan juga bisa membayar aplikasi penyedia foto. Untuk mendapatkan foto yang limited.

Perkembangan Virtual Influencer

Secara global, pasar influencer adalah industri bernilai miliaran dolar dengan marketing melalui influencer akan tumbuh hingga $15 miliar per tahun pada tahun 2022, menurut Business Insider Intelligence.

Baca Juga:   5 Bisnis Reza Arap yang Bikin Tajir Melintir Selain Menjadi Youtuber

Virtual influencer juga menjadi kekuatan nyata yang harus diperhitungkan dalam industri marketing melalui influencer, dengan lebih banyak dari mereka muncul di Instagram setiap minggu dan lebih banyak merek mengantri untuk terlibat dengan sarana marketing yang futuristik ini.

Saat ini, pasar influencer didominasi oleh AS. Inggris juga mengikuti, ingin tetap terdepan dapat berupaya menciptakannya. Membangun virtual influencer bukan untuk orang yang lemah hati dengan banyak aspek untuk membuat influencer (seperti, biaya awal yang tinggi untuk membangun model 3D yang realistis, keterampilan yang Kamu miliki untuk menjaga semua ‘bagian’ yang bergerak tetap aktif, dll.). 

Jadi kemungkinan bahwa sebagian besar pembuat atau pencipta virtual influencer akan bermitra dengan agensi yang berspesialisasi dalam menciptakan dan mengelola karakter virtual daripada mengembangkan solusi internal.

Kelebihan Virtual Influencer

Berikut adalah beberapa kelebihan dari virtual influencer:

1. Fleksibilitas

virtual influencer dapat berada di mana saja kapan saja dan kepribadian mereka dapat disesuaikan agar sesuai dengan nilai brand apa pun yang mereka wakili. Mereka berpotensi menjadi kanvas media yang sempurna. 

2. Meminimalisir Kesalahan

Mereka juga memberi brand lebih banyak kendali atas kolaborasi mereka dan kesalahan apa pun dapat dihapus dan diubah dengan mudah dalam hitungan menit. Influencer virtual juga jauh lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam kontroversi yang memastikan bahwa nilai-nilai brand tetap utuh.

Kekurangan Virtual Influencer

Meskipun memiliki kelebihan, namun influencer virtual juga memiliki kekurangan. Apa kekurangannya?

1. Kepercayaan

Dalam dunia marketing untuk menjangkau para audiens dibutuhkan sebuah kepercayaan. Ini sangat berharga bagi brandyang ingin memperluas jangkauan mereka, karena membangun kepercayaan adalah salah satu rintangan paling signifikan dalam memperoleh pelanggan baru. 

Baca Juga:   Bisnis Tasya Farasya yang Sangat Sukses di Indonesia

Tidak hanya itu, tetapi ketika seseorang terlibat dengan marketing influencer, itu membuka pintu untuk membuat koneksi dengan individu yang berpikiran sama. Koneksi ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan memiliki, dan dapat berkontribusi pada rasa kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan menggunakan hal yang tidak ada maka kepercayaan itu akan sulit untuk dibangun. Virtual influencer ini merupakan buatan manusia atau dapat dikatakan sebagai animasi yang tidak nyata. Akan sulit mendapatkan kepercayaan, misalnya perusahaan skincare melakukan marketing menggunakan virtual influencer. Maka akan sulit mengambil kepercayaan audiens.

Pro dan Kontra

Orang yang menggunakan ini pasti akan berpikiran kalau segala strategi marketing akan lebih mudah. Dapat meminimalisir atau merevisi sebuah kesalahan hanya dalam hitungan menit. 

Dalam hal ini lebih banyak kepada kontra daripada orang yang pro. Salah satu kontra yang paling banyak Kamu akan jumpai adalah tentang standar kecantikan.

Mereka menciptakan standar kecantikan yang benar-benar mustahil untuk dicapai. Pengguna media sosial sudah harus memisahkan kenyataan dari foto-foto influencer manusia yang dibuat-buat, diubah secara operasi plastik, dan di edit secara digital, yang cukup untuk melatih harga diri dan kepercayaan diri apa adanya. 

Tapi kemudian lemparkan gambar piksel sempurna yang tidak manusiawi dan itu bisa menjadi lebih dari sekadar ladang ranjau. Selain itu, sementara beberapa virtual influencer sepenuhnya CGI, yang lain dibuat dengan “meningkatkan” model manusia dengan grafik.

Bagaimana Pendapatmu Tentang Virtual Influencer?

Itulah penjelasan tentang virtual influencer yang sedang marak akhir – akhir ini. Para brand gencar untuk membuat atau berkolaborasi dengan mereka. Tidak ada yang salah dan benar dalam hal ini dikarenakan mereka menggunakan para influencer ini sesuai kebutuhan marketing mereka.

Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar influencer, marketing influencer, hingga berita influencer hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password