Viral Marketing: Pengertian dan Strategi Melakukannya

apa itu viral marketing

Metode-metode pemasaran di masa kini mempunyai berbagai macam bentuk yang unik dalam mengundang banyak calon pembeli. Ada yang namanya digital marketing, social media marketing, belum lagi metode cepat dan heboh berupa viral marketing. Apakah kamu tahu apa arti dari pemasaran viral ini? Jika belum, silakan baca artikel berikut dengan seksama.


Apa Itu Viral Marketing?

Dalam memasarkan proudk, kamu tentu menghendaki metode pemasaran yang dapat menjangkau banyak calon pembeli secara cepat. Bukan hanya melalui lisan saja, tetapi juga melalui beragam media massa, baik yang tradisional seperti surat kabar hingga yang canggih.

Datanglah konsep pemasaran baru bernama viral marketing, yang sangat populer di masyarakat kita. Konsep pengiklanan tersebut menyatakan bahwa aktivitas pemasaran itu harus bergerak cepat, seperti virus, dan harus mengikuti trend di masyarakat. Apapun hal yang sedang populer di khalayak luas, baik itu busana, kuliner, atau arsitektur, sebaiknya diikuti oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan.

Pemasaran bergaya viral ini menggunakan internet dan media massa untuk menyebarkan konten promosinya. Misalnya di YouTube sedang ada trend perhiasan dari batu akik. Jika perusahaan kamu mengiklankan produk perhiasan batu akik di YouTube, maka para penontonnya akan membagikan video tersebut kepada orang lain. Dengan metode viral ini, kamu akan mampu mengundang ribuan calon pembeli yang juga menggemari batu akik tersebut.

Jika kamu pernah menonton video-video viral di dunia maya, kamu akan mengenali beberapa kata yang sifatnya mengajak orang lain menonton. Apakah kamu tahu istilah-istilah semacam “like, share, and subscribe”? Itulah fungsi utama dari viral marketing, yaitu mengajak para calon pembeli untuk menyebarkan promosinya sembari membeli produk itu. Yang penting adalah apa yang kamu promosikan di konten tersebut mampu memikat hati para pembeli yang sebanyak-banyaknya.


Keuntungan Viral Marketing

Kamu sudah membaca tentang definisi pemasaran bergaya viral di bagian sebelumnya. Sekarang kamu perlu tahu apa saja kelebihan dan manfaat dari metode marketing ini.

Baca Juga:   Apa itu Conversion Rate? Pengertian dan Cara Meningkatkannya

1. Biaya Pemasaran yang Rendah dan Hemat

Aktivitas pemasaran yang sebuah perusahaan lakukan pasti membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit. Ada konten yang harus kamu siapkan, belum lagi menyusun jadwal pelaksanaan pemasaran dan pengiriman tim marketing ke lapangan. Dengan viral marketing, semua proses itu dapat kamu permudah dengan bantuan media massa dan medsos. Cukuplah kamu membuat konten iklan yang singkat tetapi padat informasi, lalu kamu sebarkan ke media massa. Nantinya kamu akan mendapatkan calon-calon pembeli tanpa harus mengirimkan tim marketing ke lapangan.

2. Berpotensi Menjangkau Banyak Calon Konsumen

Metode pemasaran ini memiliki kesempatan menjangkau lebih banyak calon pembeli daripada metode pemasaran lainnya. Mengingat sifat marketing ini yang cenderung heboh, lucu, dan penuh warna, jangan heran jika orang-orang lebih mudah mengingatnya. Konten iklan yang mengikuti topik populer di lingkungan umum juga mampu mengunggah minat calon pembeli untuk membagikan iklan tersebut. Itulah sebabnya mengapa bisnis masa kini sering memasarkan produknya lewat iklan bergaya viral ini.

3. Menyebarkan Kesadaran Terhadap Merek Produk

Sebelum para calon pembeli bisa membeli sebuah produk, mereka harus memiliki kesadaran terhadap adanya merek tersebut. Inilah kelebihan dari viral marketing, yaitu menumbuhkan kesadaran merek di khalayak umum dengan cepat. Karena sifat pemasaran ini yang menjalar cepat, kamu akan mampu membuat banyak calon pembeli mengetahui keberadaan produkmu dalam waktu singkat. Atur pula konten promosi kamu agar para penontonnya menjadi tak sabar untuk membagikannya ke berbagai media.

4. Iklan Tidak Mengganggu Privasi Penonton

Viral marketing mempunyai keuntungan yang kurang masyarakat ketahui, yaitu sifat partisipasinya yang sukarela atau tidak ada paksaan. Coba bandingkan dengan iklan di surat kabar, yang seringkali memenuhi seluruh halamannya, atau iklan digital yang suka mendadak muncul di layar. Dalam pemasaran bergaya viral, kamu boleh ikut serta di dalamnya tanpa merasa dipaksa oleh pembuatnya. Namun, apabila kamu memilih untuk tidak menyebarkannya, kamu tak akan terkena gangguan sedikit pun.

5. Menciptakan Komunitas Bersama Masyarakat Sekitar

Membangun sebuah komunitas antara kamu sebagai penjual produk dengan warga sekitar bisa menjadi nilai tambah untuk usahamu. Para warga yang terlibat dalam aktivitas pemasaran dapat memberikan saran dan komentar terhadap apa-apa yang kamu kerjakan. Kamu juga akan menerima ide-ide dari mereka terkait hal-hal yang banyak orang bicarakan pada saat itu sebagai bahan marketing. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memberikan citra dan performa positif saat menjalin hubungan dengan masyarakat terdekat.


Kekurangan Viral Marketing

Kendati metode pemasaran ini tampak heboh dan unik, bukan berarti dia tidak memiliki kekurangan. Apabila kamu berniat menggunakan metode ini, kamu sebaiknya waspada akan kesalahan-kesalahan dalam melakukannya.

Baca Juga:   Apa Itu Copywriting? Pengertian, Jenis, dan Cara Pembuatannya

1. Konten iklan Dapat Menimbulkan Salah Paham

Adegan-adegan dalam iklan promosi kamu akan bernilai lebih jika menghadirkan konten yang dapat mencuri perhatian penontonnya. Meskipun begitu, apa yang kamu tayangkan dalam iklan berpotensi menimbulkan salah paham di mata para penonton. Entah itu kalimat yang bermakna ganda, slogan yang salah tulis, atau bisa juga perilaku yang kurang sopan. Hindari hal-hal tersebut dalam pemasaran kamu agar nantinya konsumen tidak merasa kebingungan saat akan membeli produk.

2. Promosi Bisa Cepat Tertinggal oleh Trend Masyarakat

Sekali lagi, perlu diingatkan bahwa topik-topik populer di khalayak umum dapat berganti cepat dan tanpa peringatan. Jika kamu berniat menggunakan viral marketing dalam penjualan produk, kamu wajib memperhatikan perubahan trend di masyarakat secara berkala. Misalnya saja, kamu sedang mengejar trend di lingkungan umum berupa hidangan vegetarian modern. Sayangnya, tidak lama kemudian orang-orang menjadi sibuk membicarakan hidangan berbuka puasa, dan kamu menjadi tertinggal sebab tak peka obrolan masyarakat.

3. Kontrol Pemasaran Berada di Tangan Konsumen

Ingatkah kamu dengan ungkapan yang bunyinya “pembeli adalah raja”? Ungkapan tersebut berlaku dalam setiap urusan bisnis, termasuk dalam viral marketing. Para penonton hanya akan membagikan iklan promosi kamu kepada orang-orang terdekatnya jika mereka menilai bahwa iklan kamu layak mereka sebarkan kembali. Inilah kelemahan metode pemasaran ini, yaitu kendali penyebaran iklan yang berada sepenuhnya di tangan para pembeli.

4. Adanya Kata-Kata atau Adegan yang Sekiranya Tidak Pantas

Bahaya paling besar dari kegiatan viral marketing ini adalah konten berupa ucapan atau tindakan yang tak pantas. Terserah apakah itu bahasa yang terdengar kasar atau perilaku yang tidak sopan, hal tersebut bisa mengurangi estetika promosi. Iklan yang tak mengenakkan penontonnya akan menimbulkan keluhan serta rasa curiga dari para calon pembeli. Oleh sebab itu, usahakan agar kamu memperhatikan tatakrama saat membuat promosi supaya pemasaran tidak mengalami kegagalan akibat keluhan penonton.

5. Iklan Produk Dapat Disebarkan Kepada Konsumen yang Salah

Salah satu hal yang bisa menggagalkan kegiatan marketing perusahaan ialah membuat iklan yang salah sasaran. Misalnya begini, perusahaan kamu hendak menjual produk berupa penginapan bergaya tradisional dan iklannya sudah siap. Ketika iklan tersebut kamu sebarkan di dunia maya, muncul banyak komentar yang meminta ini-itu yang perusahaan kamu tak miliki. Setelah diselidiki, ternyata tim pemasaran menyebarkan iklan produk penginapan kamu kepada calon pembeli yang menginginkan hotel modern dengan convention center.


Tips Melakukan Viral marketing

Setiap jenis pemasaran membutuhkan tips dan strategi agar kegiatannya membuahkan hasil yang baik. Berikut ini adalah macam-macam tips yang perlu kamu ikuti agar pemasarannya berhasil.

1. Pelajari Topik Apa yang Sedang Populer Saat Itu

Kamu wajib memahami jika topik-topik trending di masyarakat selalu berubah-ubah setiap waktu. Daripada menjual produk yang sama setiap harinya, cobalah untuk meneliti apa produk yang sedang digemari oleh masyarakat. Dalam viral marketing, siapa yang mampu mengikuti pergerakan topik di khalayak luas adalah pemenangnya. Silakan lakukan wawancara / interview dengan orang-orang sekitar sebagai bahan evaluasi untuk marketing kamu. Sebagai pengganti wawancara, kamu bisa mengundang beberapa orang untuk mengisi angket untuk mengetahui minat mereka.

Baca Juga:   Ini Dia Tips Menjadi Travel Blogger Yang Populer

2. Jual Produk-Produk yang Masyarakat Cari

Coba perhatikan produk apa yang orang-orang banyak bicarakan di dunia nyata dan media sosial. Apakah mereka mencari minyak goreng, atau jaket, atau perangkat tambahan untuk smartphone? Kamu bisa mencoba menjual barang-barang trending tersebut dengan harga yang bersaing. Akan lebih baik jika bisnis yang kamu kelola dapat beradaptasi mengikuti topik yang menjadi perhatian utama publik. Tetapi berhati-hatilah agar bisnis kamu tidak bertindak melebihi kemampuan usahamu agar tim pemasaran tak kelimpungan membuat konten.

3. Buatlah Iklan yang Sederhana Namun berkesan

Jika kamu sering melihat-lihat iklan di media sosial, kamu akan tahu perbedaan antara iklan yang efektif dan yang membosankan. Kegiatan viral marketing menginginkan promosi yang singkat namun padat dan memberi kesan positif pada penontonnya agar proses penyebarannya cepat. Hindari membuat iklan yang terlalu panjang atau pendek dan tak bermutu, karena orang-orang tidak suka melihat iklan yang memberi kesan negatif. Konten dalam iklan produk kamu haruslah lucu, berani, memukau, atau menakjubkan supaya dapat mencuri perhatian calon pembeli.

4. Libatkan Konsumen Dalam Pembuatan Iklan

Apalah artinya sebuah iklan produk bila kamu tidak menyertakan kehadiran seorang konsumen di dalamnya. Dalam melakukan viral marketing, mengundang konsumen untuk berpartisipasi di iklan tersebut dapat meningkatkan nilai estetika dan keaslian promosi produk. Masyarakat akan lebih percaya pada produk jualanmu jika promosinya melibatkan beberapa orang sebagai pembeli pertamanya. Kehadiran pembeli yang nyata dalam iklan akan mengunggah rasa penasaran calon pembeli sehingga mereka pun berdatangan.

5. Jadikan Antusiasme Konsumen Sebagai Motivasi Usaha

Semakin banyak penonton yang melihat iklan perusahaanmu, maka semakin banyak pula orang yang tertarik untuk membeli produk kamu. Antusiasme para calon pembeli sebaiknya kamu jadikan sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Komentar-komentar dari para pembeli, baik itu bernada gembira, jenaka, ataupun keluhan dan saran, merupakan bahan evaluasi untuk aktivitas pemasaran kamu selanjutnya.

Itulah artikel yang menjabarkan apa itu viral marketing, beserta keuntungan viral marketing, kekurangannya, dan tips-tipsnya. Konten iklan seperti apa yang akan perusahaan kamu sebarkan di masyarakat? Apakah kamu sanggup mencuri perhatian dari sebanyak mungkin calon pembeli? Terima kasih atas perhatiannya!


Dapatkan berbagai informasi berita influencer, influencer marketing, social media influencer, dan blogger influencer hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password