Tips Membuat Konten Menarik di Linkedin, Semakin Berkualitas!

tips membuat konten di linkedin

Linkedin merupakan platform media sosial yang paling populer di kalangan banyak orang. Terutama di kalangan orang yang sedang mencari suatu pekerjaan. Nah, agar kamu bisa dengan mudah dilirik oleh perusahaan, kamu harus memperhatikan tips sukses membuat konten menarik di Linkedin

Tips Sukses Membuat Konten Menarik di Linkedin

Salah satu cara agar akun kamu dilirik oleh perusahaan untuk bekerjasama adalah dengan memposting konten-konten menarik di Linkedin. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang perlu kamu lakukan untuk membuat konten di platform Linkedin

1. Optimalkan Konten Kamu di Linkedin

Optimasi sangat penting untuk kamu perhatikan saat membuat konten. Mengoptimalkan konten yang akan kamu buat di Linkedin menjadi tips membuat konten menarik di Linkedin yang pertama.

Tips yang satu ini memang lebih berfokus untuk membuat konten milik kamu agar lebih sering muncul di beranda milik orang-orang. Apabila lebih sering muncul di beranda orang lain, maka potensi untuk perusahaan-perusahaan bisa mengenal kamu akan menjadi lebih tinggi.

Hal inilah yang menjadi alasan utama kenapa kamu harus memperhatikan pengoptimalan konten yang akan kamu buat.

Salah satu bagian dari konten yang penting untuk kamu optimalkan adalah bagian judulnya. Berdasarkan seorang legenda periklanan David Ogilvy, sebagian besar orang-orang lebih sering membaca headline atau judul saja daripada membaca keseluruhan dari sebuah konten.

Kemudian, apabila melihat dari analisis Buzz Sumodi, berdasarkan 10 ribu postingan yang terbit di Linkedin, ada beberapa wawasan menarik. Wawasan ini berupa kata kunci yang paling banyak jumlah sharenya. Berikut diantaranya:

  • Kata “Kebiasaan” memiliki jumlah share rata-rata hingga 1.196.
  • Kata “Kesalahan” memiliki jumlah share rata-rata hingga 556.
  • Integrasi kata “Berhasil” mampu  mencapai hingga 416 jumlah share.
  • Kata “Pemimpin” mampu memicu rata-rata jumlah share hingga 483.
Baca Juga:   Cara Melihat TikTok Insight dan Memanfaatkannya

Tips membuat konten menarik di Linkedin dengan teknik optimasi ini tidak hanya berbicara mengenai judul konten saja. Kamu juga harus mengetahui bahwa panjang konten yang kamu buat, harus kamu perhatikan. Pastikan jangan menuliskan konten yang terlalu sedikit dan jangan juga terlalu panjang.

2. Memperhatikan Tingkat Keterbacaan Konten          

Jika tips membuat konten menarik di Linkedin yang sebelumnya adalah memperhatikan bagaimana kata-kata yang kamu sertakan di konten. Maka tips yang berikutnya adalah memperhatikan tingkat keterbacaannya.

Tingkat keterbacaan ini sebenarnya juga menjadi salah satu aspek yang penting untuk kamu perhatikan. Jika memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, maka orang-orang bisa dengan mudah memahami konten yang kamu tuliskan. 

Alat yang bisa kamu gunakan untuk mengukur tingkat keterbacaan ini adalah skor Flesch-Kincaid. Skor yang satu ini mampu memberikan skala antara 1 hingga 100 terkait tingkat keterbacaan suatu konten atau bacaan. 

Ketika skor Flesch-Kincaid menunjukkan angka di rentang 90 hingga 100, ini menandakan bahwa anak-anak berusia 11 tahun bisa dengan mudah membaca bacaan tersebut. Di rentang skor 60 hingga 70, menandakan anak berusia 13 hingga 15 tahun bisa dengan mudah membacanya.

Sedangkan skor 0 hingga 30 sangat cocok untuk orang-orang yang sudah lulus dari universitas. Nah, berdasarkan skor Flesch-Kincaid tersebut, konten yang paling besar penayangannya adalah konten dengan skor 80 hingga 89. Ini merupakan skor yang ideal untuk rata-rata pengguna Linkedin.

Cara penghitungan skor ini sendiri menggunakan sebuah rumus yang memperhatikan jumlah kata, kalimat, dan juga suku kata. Bila menghitung keseluruhan aspek tersebut, bisa kamu dapatkan skor Flesch-Kincaid nantinya.

Jika kamu berpikir bahwa sulit untuk menerapkan rumus dari penghitungan skor ini, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di Microsoft Word. Kamu bisa dengan mudah mengetikkan bacaan yang ingin kamu ukur skor nya di Microsoft Word. 

Setelah selesai menuliskannya, kamu bisa melihat sebuah alat yang bernama “Statistik Keterbacaan”. Pada bagian bawah dari alat itu, kamu akan melihat subjudul bertuliskan “Keterbacaan”. Nah, bagian itulah yang bisa kamu gunakan untuk melihat seberapa tinggi skor dari bacaan yang kamu tuliskan.

Baca Juga:   Download Video Reels Instagram Ternyata Mudah! Begini Caranya

3. Perhatikan Panjang Konten yang Sesuai untuk Linkedin

Kemudian, kamu perlu mengetahui bahwa panjang pendek isi dari sebuah konten sangat mempengaruhi bagaimana minat dari pengguna Linkedin untuk membaca konten yang kamu sajikan. Kamu harus bisa menyajikan konten dengan panjang isi bacaan yang nyaman dan cocok untuk pengguna Linkedin nikmati.

Dulu, seorang pemasar percaya bahwa semakin pendek suatu konten maka akan semakin baik dan juga menarik. Faktanya, para ahli menemukan bahwa hal itu tidak selalu benar. Meskipun konten yang kamu sajikan memiliki isi yang panjang, pembaca akan tetap tertarik untuk membacanya jika memiliki isi yang berharga.

Di Linkedin sendiri, Content Marketing Institute menemukan bahwa konten dengan jumlah kata kurang dari 1.000 kata mendominasi di platform yang satu ini. Meskipun mendominasi, faktanya bacaan ini merupakan bacaan yang kurang pengguna Linkedin inginkan.

Karena pengguna Linkedin lebih tertarik dengan bacaan yang memiliki jumlah kata sekitar 1.000 hingga 3.000 kata. Hal ini sesuai dengan fakta dimana jumlah share dari bacaan tersebut menjadi yang terbanyak di Linkedin.

Terdapat konten di Linkedin dengan 1.000 kata yang mampu mencapai jumlah share hingga 6.439 share. Kemudian konten dengan jumlah kata 1.000 hingga 2.000 kata mampu mencapai 7.771 share. Sedangkan untuk konten dengan jumlah kata 2.000 hingga 3.000 kata memiliki rata-rata jumlah share 8.702.

Meskipun faktanya seperti itu, konten dengan jumlah kata yang banyak tidak akan memiliki jumlah share yang tinggi apabila konten tersebut tidak berharga. Oleh sebab itu, pastikan kamu membagikan hal-hal yang berharga dan menarik dengan jumlah kata yang banyak agar angka share bisa tinggi di Linkedin ini.

4. Tambahkan CTA pada Konten Linkedin Kamu

CTA merupakan Call To Action atau sebuah tombol maupun tulisan yang bisa di klik untuk menghubungkan pembaca ke suatu halaman. Nah, kamu bisa memanfaatkan CTA ini sebagai tips membuat konten menarik di Linkedin.

Apabila kamu sudah bisa membuat konten menarik dengan panjang yang sudah sesuai dengan keinginan pengguna Linkedin, maka kamu harus menerapkan CTA ini ke konten milik kamu. Salah satu tujuannya, yaitu untuk mempererat hubungan antara kamu dengan pembaca.

Baca Juga:   Cara Download Gambar di Instagram PC, Gampang Banget!

Hal ini seringkali diabaikan oleh banyak pembuat konten di Linkedin, sehingga para pembaca merasa kecewa. Kekecewaan ini dikarenakan pembaca yang tertarik untuk membaca konten lain dari si pembuat konten. Namun, tidak adanya CTA membuat mereka kesulitan untuk menemukan konten lain dari si pembuatnya.

Hal ini berkaitan dengan apa yang akan pembaca lakukan setelah membaca konten yang kamu sajikan. Kamu bisa menyertakan CTA yang akan mengarahkan pembaca ke konten milikmu yang lainnya. Sehingga, pembaca bisa membaca konten lain yang berkaitan dengan konten tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa menyertakan CTA yang akan mengarahkan ke kontak yang bisa pembaca hubungi. Hal ini juga akan memudahkan perusahaan yang sedang mencari karyawan saat mereka tertarik dengan konten yang kamu sajikan.

5. Tambahkan Visual Untuk Membuat Konten Menarik di Linkedin

Ketika sebuah postingan di Linkedin tidak menyertakan gambar di dalamnya, konten tersebut mampu mendapatkan tayangan sekitar 6.413 jumlah tayangan. Namun, dengan menambahkan 8 gambar di postingan Linkedin, konten tersebut mampu mencapai hingga 57.575 jumlah tayangan.

Peningkatan yang hampir 10 kali lipat ini membuat penyertaan tampilan visual menjadi tips membuat konten menarik di Linkedin yang tidak boleh kamu abaikan. Adanya tampilan visual ini mampu memecah konten menjadi bagian-bagian kecil yang lebih enak untuk pembaca nikmati.

Pada saat pembaca merasa nyaman, tentunya pembaca akan secara otomatis menyukai dan membagikan konten tersebut. Inilah yang membuat jumlah tayangan konten dengan tampilan visual akan menjadi lebih banyak daripada tidak ada visual sama sekali.

Yuk, Terapkan Tips Membuat Konten Menarik di Linkedin!

Setelah memperhatikan tips-tips di atas, bisa dipastikan konten Linkedin mu akan menjadi lebih menarik. Oleh sebab itu, terapkanlah tips membuat konten menarik di Linkedin di atas dan buatlah kontenmu sekarang. Agar kamu bisa segera merasakan manfaat dari tips dan cara-cara di atas terhadap perkembangan karirmu.


Temukan inspirasi lainnya tentang social media influencer, linkedin influencer dan sebagainya hanya di influencer101.id

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password