SOW Influencer: Pengertian, Elemen, Contoh dan Cara Membuatnya

sow influencer adalah

Bagi kamu yang bukan merupakan seorang influencer atau seorang pemula yang akan bekerja di bidang marketing, SOW mungkin merupakan hal yang asing. SOW Influencer adalah salah satu bagian yang dapat melancarkan jalannya sebuah project atau campaign

Di dalam SOW terdapat berbagai instruksi mengenai apa saja hal yang perlu influencer lakukan. Lalu, apakah terdapat hal-hal yang harus diperhatikan? Bagaimana cara membuat SOW yang baik dan benar? Ayo, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Scope of Work (SOW)?

SOW Influencer adalah sebuah brief atau instruksi yang berisi petunjuk mengenai hal-hal yang perlu influencer lakukan dalam sebuah project atau campaign. SOW juga dapat dikatakan sebagai perjanjian kerjasama antara brand dengan seorang influencer.

Karakteristik SOW

Dapat dikatakan bahwa Scope of Work merupakan sebuah pondasi ketika brand membuat sebuah campaign dan bekerjasama dengan pihak luar, seperti influencer. Meskipun setiap influencer memiliki gaya dan harus menyampaikan kejujuran, SOW akan membantunya tidak lari dari konteks yang sudah ditentukan.

Scope of Work juga harus spesifik dan tentu saja harus mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak. Hal ini penting untuk menghindari ketidakpastian, masalah, perselisihan, dan ambiguitas.  

Selain itu, ketika membuat Scope of Work brand juga perlu mempelajari dan memahami karakter dari influencer. Brand harus dapat memilih influencer yang tepat dan dapat mencerminkan pesan dan tujuan campaign. Kesesuaian influencer ini dapat semakin memudahkan pembuatan SOW dan tentu saja akan memperlancar campaign.

Baca Juga:   10+ Rekomendasi Sticker Instagram Populer untuk Story

Elemen Penting dalam SOW Influencer

SOW Influencer adalah sebuah instruksi yang memuat penjelasan, karena itu terdapat poin atau elemen penting yang harus diperhatikan sebelum membuatnya. Berikut adalah elemen-elemen penting dalam SOW yang perlu kamu ketahui:

1. Timeline

Elemen pertama adalah timeline. Timeline merupakan alur waktu atau durasi berapa lama sebuah campaign akan berjalan. Jadi, timeline berisi kapan tanggal mulai dan berakhirnya sebuah campaign.

Adanya timeline juga akan membantu influencer mengunggah konten tepat waktu dan mencegah konten terunggah di luar waktu yang seharusnya. Timeline akan sangat membantu campaign berjalan lebih lancar dan semestinya..

2. Mood Board

Elemen selanjutnya dari SOW Influencer adalah mood board. Mood board berisikan gambar-gambar yang dapat menjadi referensi ketika influencer akan memulai membuat konten untuk campaign

Influencer juga akan mendapatkan banyak foto, video, referensi gaya penampilan, angle foto, dan lain sebagainya dari brand. Hal ini bertujuan agar influencer bisa mendapatkan inspirasi yang paling sesuai untuknya dan juga untuk campaign.

3. Deliverable

Elemen ini merupakan sebuah output yang harus influencer jalankan. Biasanya brand sudah menentukan deliverable yang harus diberikan oleh influencer selama campaign berlangsung. Misalkan brand meminta setiap influencer untuk mengunggah satu konten di Instagram Story dan satu konten di Instagram Feed

4. Task Instruction

Selanjutnya adalah elemen task instruction. Sebenarnya task instruction cukup mirip dengan mood board, hanya saja dalam bentuk tulisan bukan gambar, seperti mood board

Di dalam task instruction, brand dapat memberikan petunjuk serta penjelasan mengenai caption konten, hashtag, link swipe up, dan lain sebagainya. Instruksi biasanya akan berbeda tergantung pada brand dan campaign.

5. Dos and Don’ts

Elemen terakhir dari SOW Influencer adalah dos and don’ts. Sesuai dengan namanya, elemen atau poin ini berisikan hal-hal yang boleh dan tidak boleh seorang influencer lakukan ketikan melakukan campaign.

Baca Juga:   Cara Menambahkan Cover Foto Instagram Reels dengan Mudah

Elemen ini merupakan bagian special karena merupakan permintaan khusus dari sebuah brand. Hal ini ada karena setiap brand memiliki peraturannya sendiri. Oleh sebab itu, brand mengharapkan kemampuan influencer untuk dapat mengikutinya. Influencer juga boleh menyertakan peraturan miliknya sendiri.

Cara Membuat SOW Influencer

Setelah memahami pengertian dan elemen penting dalam SOW, kamu juga perlu memahami cara membuatnya. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang cara membuat SOW Influencer yang baik dan benar:

1. Berikan Brief yang Jelas

Cara pertama membuat SOW Influencer adalah dengan memberikan brief. Brief tersebut harus dapat menjelaskan gambaran tentang brand, produk, serta tujuan dari campaign dengan jelas dan lengkap. Penjelasan tersebut akan menjadi acuan seorang influencer untuk dapat melakukan peran dan kewajibannya dengan sebaik mungkin. 

Di dalam brief kamu juga harus memperhatikan setiap elemen penting dalam Scope of Work. Hak dan kewajiban, cara promosi, target market, serta pesan campaign juga harus tercantum dengan detail. Semakin detail sebuah brief, maka akan semakin baik pula pemahaman para influencer tentang hal-hal yang harus mereka lakukan.

2. Tentukan Timeline

Sama seperti yang telah dijelaskan pada bagian elemen, timeline dalam SOW Influencer adalah jangka waktu yang dapat membuat campaign berjalan dengan teratur. Pada langkah ini, kamu perlu membuat plot waktu untuk influencer dapat menjalankan kewajibannya.

Biasanya dalam menentukan timeline, brand harus membuatnya dengan persetujuan influencer. Influencer juga dapat memberitahukan mengenai kesediaan waktu kapan dirinya bisa melakukan campaign.

3. Berikan Detail Campaign

Influencer perlu memahami setiap hal yang berhubungan dengan campaign. Supaya antara influencer dan brand mampu saling bekerjasama serta menemukan kecocokan dan pesan campaign dapat tersampaikan dengan baik kepada audience. Hal-hal yang perlu influencer ketahui meliputi tujuan, visual tone, KPI, dan lainnya. 

Baca Juga:   8 Ide Konten Kuliner Instagram Untuk Bisnis: Kamu Wajib Tahu!

Melalui detail campaign ini diharapkan baik influencer dan brand dapat berkolaborasi, tanpa menghilangkan ciri khas mereka masing-masing. Ingat, kolaborasi dan kerjasama akan semakin mudah terlaksana, jika sedari awal brand telah mengetahui karakter Influencer.

4. Tentukan Platform Campaign dan Berikan Guideline

Platform dalam SOW Influencer adalah tempat konten atau media sosial dapat diunggah sesuai dengan tujuan campaign. Brand dapat memilih platform yang mereka inginkan, beberapa di antaranya adalah Instagram, Youtube, Tik Tok, dan lain sebagainya.

Umumnya, ketika menggunakan Instagram, brand akan meminta influencer mengunggah satu Instagram Story dan satu Instagram Feed. Ketika memilih Youtube, brand akan meminta influencer menyebutkan tentang campaign dalam satu video. Hal ini tergantung pada kebijakan dan permintaan brand.

Selain guideline mengenai berapa konten yang harus influencer buat, brand juga perlu memberikan petunjuk seputar kebutuhan konten. Hal ini dapat berupa draft caption, link, hashtag, waktu post, dan siapa saja yang harus mendapatkan tag. Beberapa hal, seperti fitur yang digunakan dan bentuk foto juga harus dijelaskan dengan lengkap.

Contoh SOW Influencer

Berikut ini contoh SOW Influencer yang bisa kamu jadikan panduan dalam membuat Scope of Work:

Contoh SOW Influencer

Latifah Personal Blog

Sudah Paham Mengenai Scope of Work Influencer?

Kesimpulannya, SOW Influencer adalah bagian tak terpisahkan dari dunia marketing. Adanya SOW membuka peluang sebuah project atau campaign dapat berhasil menjadi lebih besar. SOW juga akan dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman antara influencer dan brand.

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang influencer atau tertarik untuk bekerja di bidang marketing, tidak ada salahnya untuk menambah wawasan tentang SOW. Semoga informasi di atas dapat memberikan manfaat untuk kamu!


Temukan inspirasi tentang influencer marketing, social media influencer dan lainnya hanya di influencer101.id

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password