Social Media Strategist: Pengertian, Peran dan Tanggung Jawab

social media strategist

Sebelumnya, media sosial hanyalah sarana untuk mengunggah dan mengabadikan kegiatan pribadi saja. Namun saat ini, media sosial kian memperluas fungsinya sebagai sarana untuk melakukan kegiatan marketing, branding, hingga promosi untuk berbagai jenis produk. 

Apa Itu Social Media Strategist?

Banyak sekali profesi yang berlaih digital, khususnya yang berkaitan dengan media sosial. Sebut saja social media specialist, social media marketing, dan social media strategist. Semua profesi ini kini digandrungi banyak generasi muda.

Kali ini, kita akan membahas tentang profesi social media strategist beserta peran, tanggung jawab, dan prospek kerja yang ditawarkannya.

Secara garis besar, social media strategist merupakan profesi yang merujuk kepada seseorang yang ahli dan mahir menggunakan media sosial untuk kepentingan organisasi, perusahaan, ataupun komunitas.

Seseorang yang menjabat profesi ini di beberapa perusahaan memiliki posisi yang lebih tinggi daripada social media specialist.

Tidak jarang, social media strategist mendapatkan julukan “one man for everything”.

Alasannya, mereka dituntut agar dapat menguasai semua pekerjaan yang dikerjakan oleh tim media sosial lainnya.

Selain itu, seseorang yang memiliki profesi ini juga harus menguasai semua tools social media yang digunakan untuk engagement profil.

Tanggung Jawab Social Media Strategist 

Berikut ini beberapa peran dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang social media strategist.

Simak bersama, ya! 

1. Membuat Perencanaan Konten Media Sosial

Keberadaan konten media sosial merupakan satu aspek penting untuk meningkatkan performa sebuah akun media sosial.

Konten yang kamu posting haruslah konten yang menarik dan memiliki jadwal posting yang konsisten sesuai dengan traffic pengunjung akun media sosial bersangkutan.

Salah satu tugas dari social media strategist adalah melakukan perencanaan mendetail untuk konten tersebut.

Biasanya, seseorang yang menduduki posisi ini memiliki kalender khusus untuk menentukan jadwal posting konten sesuai dengan tren, situasi, hingga perayaan hari besar tertentu.

Konten yang direncanakan harus melewati serangkaian analisa. Mulai dari analisa kompetitor, analisis trend, hingga analisa waktu-waktu tertentu dimana angka kunjungan akun media sosial sedang tinggi-tingginya. 

Jika perencanaan konten yang kamu buat tersebut baik dan tepat sasaran, maka audience hingga followers media sosial perusahaan akan melesat tinggi.

Baca Juga:   Apa Itu TikTok Lite? Berikut Perbedaannya dengan TikTok

2. Melakukan Optimasi Akun Media Sosial

Akun media sosial yang kamu khususkan untuk kebutuhan bisnis haruslah memiliki performa yang maksimal.

Mulai dari isi content, copywriting, desain konten, hingga konsistensi posting pada platform media sosial.

Hal ini dilakukan untuk keperluan digital marketing dan membangun brand awareness.

Salah satu tugas seorang social media strategist adalah melakukan optimasi akun media sosial tersebut.

Optimasi yang bisa kamu lakukan, diawali dengan perencanaan konten bersama tim media sosial lainnya. 

Kemudian, tentukan kalender media sosial. Setelah konten terunggah, dalam kurun waktu hari hingga minggu, kamu harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konten tersebut.

Evaluasi yang kamu lakukan meliputi analytical tools sederhana, seperti jumlah audience yang melihat, jumlah audiens yang menyukai, hingga yang memposting ulang. 

Tak hanya itu, evaluasi juga dapat kamu lakukan melalui aplikasi analisa yang lebih terperinci. Setelah evaluasi dilakukan, kamu memiliki tanggung jawab untuk melakukan perbaikan terhadap konten yang perlu diperbaiki.

3. Mencari Strategi untuk Content dan Account Engagement

Tugas selanjutnya dari social media specialist adalah mencari dan menentukan strategi untuk engagement atau menaikkan performa akun.

Menaikkan performa sangatlah penting dan dibutuhkan bagi akun media sosial yang berfokus pada pemasaran brand

Karena dengan meningkatnya performa akun, maka akan meningkat juga brand awareness suatu produk kepada masyarakat.

Strategi untuk menaikkan performa media sosial sangatlah beragam, mulai dari melakukan promosi berbayar, membuat konten yang menarik sesuai dengan trend, hingga membuat giveaway kepada audiens. 

Namun, hal-hal tersebut tidak dapat serta merta kamu lakukan. Karena kamu harus menentukan strategi engagement yang paling cocok untuk kamu terapkan dalam upaya meningkatkan performa akun.

4. Melakukan Analisa Audience 

Audience merupakan salah satu KPI (Key Performance Indicator) atau indikator keberhasilan dari suatu pemasaran pada media sosial.

Banyaknya audiens yang mengunjungi hingga mengikuti sebuah akun menandakan bahwa strategi engagement yang kamu terapkan telah berhasil dan sukses.

Namun, audience yang mengunjungi sebuah laman media sosial haruslah audience yang diharapkan dan sesuai dengan kualifikasi. Contohnya saja pada akun bisnis produk lipstik, maka audience yang diharapkan adalah wanita berusia 20 hingga 40 tahun. 

Bahkan, tak jarang bahkan seorang social media strategist menentukan jangkauan wilayah tertentu untuk audience-nya. Misalnya, promosi berfokus pada audience daerah Jakarta Barat dan sekitarnya. 

Hal itu menjadi sebuah tugas kamu untuk melakukan analisis kesesuaian audience yang mengunjungi laman media sosial.

Analisa tersebut dapat kamu lakukan melalui tools sederhana yang tersedia di platform media sosial khusus akun bisnis.

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan website analisis khusus bagi seorang social media strategist yang sudah lebih profesional.

Baca Juga:   Tips Convert YouTube to MP3 dengan Mudah dan Cepat

5. Bekerjasama dengan Influencer untuk Melakukan Branding

Sekarang ini, salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan promosi melalui media sosial adalah dengan menggunakan jasa influencer.

Influencer merupakan seseorang yang memiliki akun media sosial pribadi dengan ribuan hingga jutaan pengikut serta mempunyai performa akun yang bagus.

Salah satu tugas social media strategist adalah menjalin kerjasama dengan para influencer tersebut. Mulai dari menentukan influencer mana yang cocok dengan target audience brand bisnis yang kamu kelola. Karena setiap influencer memiliki personal branding tersendiri yang bisa berbeda satu sama lain.

Selain itu, peran kamu berikutnya adalah menentukan konten branding yang cocok untuk influencer tersebut. Kemudian, buat perjanjian kerjasama dalam bentuk MoU yang biasanya akan dibantu anggota tim lainnya. 

Skill Social Media Strategist

Selain tugas dan tanggung jawab, seorang social media specialist juga harus memiliki beberapa skill atau kemampuan yang mendukung karirnya tersebut. Berikut ini beberapa skill yang perlu kamu miliki atau asah sebelum melamar pekerjaan untuk posisi ini, yaitu:

1. Kemampuan Berpikir Kreatif

Seorang social media specialist harus memiliki kreativitas yang tinggi untuk dapat menarik perhatian audiens. Profesi ini menuntut kamu untuk dapat menciptakan dan memunculkan ide-ide baru yang segar, menarik, kreatif, dan inovatif untuk merancang konten media sosial. 

Karena pada sebuah penelitian, diketahui bahwa kebanyakan pengguna media sosial akan berhenti mengikuti sebuah brand.

Terutama jika konten yang kamu bagikan sudah tidak menarik minat mereka lagi atau cenderung membosankan.

2. Kemampuan Analisa

Kemampuan analisa merupakan salah satu kemampuan utama yang harus kamu miliki pada profesi ini. Kamu membutuhkan kemampuan analisa ini untuk melakukan analisis data sosial media, mulai dari audiens hingga kapan waktu paling optimal untuk mengunggah sebuah konten.

Hasil analisa yang kamu dapatkan, selanjutnya dapat kamu gunakan sebagai laporan analisis sosial media ataupun kamu gunakan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan. 

Apabila kamu memiliki kemampuan analisa yang tepat, maka sebuah kampanye media sosial akan memiliki peluang keberhasilan tinggi.

3. Kemampuan Komunikasi 

Selain kemampuan analisa, kemampuan komunikasi juga tidak kalah penting bagi kamu yang ingin berkarir sebagai social media specialist.

Pada profesi tersebut kamu dituntut untuk banyak menjalin kerja sama dengan influencer ataupun brand lain.

Kemampuan komunikasi yang kamu miliki, dapat kamu gunakan untuk bernegosiasi.

Tujuannya agar konten yang akan kamu kampanyekan dapat menuai hasil paling optimal nantinya.

Selain itu, kemampuan komunikasi juga kamuperlukan untuk berinteraksi dengan para audiens di berbagai platform media sosial.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Paid Promote Beserta Manfaatnya Bagi Pebisnis Online

4. Kemampuan Copywriting dan Story Telling

Kemampuan copywriting ataupun story telling juga tidak kalah penting untuk kamu miliki untuk menjalankan profesi ini.

Sebab, kamu bertanggung jawab dalam memberikan pemahaman yang baik dan sesuai tentang produk yang akan kamu kampanyekan kepada audiens.

Pemahaman ini dapat kamu peroleh melalui copywriting yang tepat dan akurat.

Jika kamu memiliki kemampuan copywriting, kamu dapat menulis caption yang menarik minat pembaca.

Sehingga dapat menciptakan sebuah ciri khas tersendiri bagi akun media sosial yang kamu kelola pada akhirnya.

5. Membaca dan Mengikuti Trend

Industri digital selalu erat kaitannya dengan trend yang sedang booming atau berkembang.

Trend tersebut juga begitu cepat dan silih berganti.

Sehingga, seorang social media specialist dituntut untuk memiliki kemampuan pembacaan trend tersebut.

Kebanyakan audiens akan lebih tertarik pada konten yang didalamnya terdapat trend yang sedang berkembang di internet atau masyarakat.

Tidak hanya itu, algoritma media sosial pun cenderung akan menampilkan konten yang mengikuti trend untuk dimunculkan pada fitur timeline pengguna.

Gaji Social Media Strategist

Bagi kamu yang ingin memiliki karir sebagai social media strategist, pasti sempat berpikir mengenai kira-kira berapa pendapatan dari profesi tersebut.

Gaji untuk pekerjaan ini sangat beragam, bergantung pada besarnya perusahaan dan UMR dari kota domisili perusahaan yang kamu lamar.

Namun, rata-rata gajinya berada pada angka Rp 3.000.000 hingga Rp 7.000.000 dan bisa lebih tinggi lagi, tergantung dengan perusahaan.

Tentu saja, semakin tinggi gaji, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus kamu emban dalam melaksanakan pekerjaan ini. 

Tidak hanya gaji pokok, pada beberapa perusahaan juga menerapkan sistem komisi tambahan yang akan mereka berikan apabila kamu dapat mencapai target tertentu.

Bagi kamu yang belum memiliki pengalaman kerja dan fresh graduate, kisaran gaji tersebut sangatlah menjanjikan.

Pekerjaan yang kamu lakukan pun cenderung aktivitas yang menyenangkan.

Kamu dapat scrolling social media sambil bekerja dalam waktu bersamaan.

Apakah Kamu Sudah Memahami Social Media Strategist?

Berikut tadi merupakan penjelasan tentang profesi social media strategist serta peran, tanggung jawab, dan juga prospek gaji yang ditawarkan.

Setiap pekerjaan selalu memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, begitu juga pada profesi yang satu ini. 

Jika kamu ingin menekuni minat kamu untuk profesi ini, kamu bisa mulai melamar pekerjaan pada platform kerja favoritmu. Misalnya LinkedIn, JobStreet, Glints hingga Kalibrr. 

Pastikan kamu membuat CV dan portfolio yang menarik supaya peluang kamu untuk diterima kerja pada perusahaan yang kamu tuju semakin terbuka lebar.

Selamat mencoba!


Temukan inspirasi tentang social media influencer, marketing influencer dan lain-lain hanya di influencer101.id

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password