Pengertian Social Media Management dan Tips Melakukannya

Social Media Management

Social media management mempunyai hubungan erat terhadap pemasaran digital yang populer belakangan ini. Pemakaian akun sosial media sekarang ini terus mendapatkan pembaruan. Oleh sebab itu, bisa memberikan kamu keuntungan pribadi.

Namun, sayangnya tidak banyak pemilik bisnis yang paham cara melakukannya. Kegiatan mengelola akun media sosial tidak dapat kamu samakan dengan kegiatan pemasaran biasa. Oleh karena itu, membutuhkan pemahaman yang lebih baik.


Pengertian Social Media Management

Social media management adalah pemakaian berbagai software, layanan, serta tools yang bisa membantu kamu. Membantu saat kamu membagikan konten bisnis pada platform media sosial. 

Beberapa hal yang masuk dalam kategori aktivitas pengelolaan sosial media, yaitu menjadwalkan waktu unggah konten, mengelola respon, dan melakukan interaksi kepada target audience secara cepat.


Tips Melakukan Social Media Management

Berikut ini beberapa tips yang perlu kamu lakukan saat mengelola sosial media bisnis:

1. Lakukan Audit Media Sosial

Audit media sosial senantiasa bisa meningkatkan cara kamu mengelola media sosial, seperti:

  • Memberikan kamu gambaran terperinci mengenai efektivitas strategi kamu.
  • Memungkinkan kamu untuk menentukan platform unggahan konten yang tepat.
  • Menunjukkan saluran sosial yang mampu memberikan hasil terbanyak.
  • Menunjukkan efek media sosial terhadap hasil website kamu.

Berikut ini cara mengecek performa media sosial bisnis milikmu:

  • Langkah 1: Buatlah daftar semua profil media sosial bisnis kamu. Tergolong yang berasal dari beragam wilayah serta sub-merek bisnis kamu yang berbeda.
  • Langkah 2: Pakailah analitik media sosial untuk mengontrol metrik kinerja utama kamu. Misalnya, pertumbuhan followers, frekuensi penerbitan, posting berkinerja terbaik, sentimen komunitas, waktu respons rata-rata, demografi, keterlibatan, dan format konten yang sangat menarik. Selain itu, kamu juga bisa melihat sumber lalu lintas, tingkat respons pertanyaan, minat audiens, serta perilaku.
  • Langkah 3: Masukkan seluruh informasi tersebut pada template audit media sosial dengan rapi.
  • Langkah 4: Identifikasi area dan analisis data yang bisa memakai perbaikan. Contohnya, jika kamu melihat penurunan pada volume keterlibatan kamu. Faktor penyebabnya bisa saja karena kualitas konten yang rendah, frekuensi publikasi yang salah, atau penargetan yang tidak akurat.

Ini sama halnya dengan jenis informasi yang kamu perlukan saat menentukan kekurangan pada strategi milikmu. Sehingga, kamu bisa mengambil langkah pertama untuk membuat kegiatan dan memperbaiki pengelolaan media sosial kamu supaya menjadi lebih efisien.

Baca Juga:   Cara Membuat Akun Instagram dengan Cepat dan Mudah

2. Pilih Platform Media Sosial yang Tepat

Elemen penting lainnya saat melakukan social media management dengan lebih efisien, yaitu memilih platform yang tepat. Setelah kamu melakukan audit media sosial, mungkin sebagian platform tidak berguna dengan baik terhadap brand bisnis kamu.

Sehingga, kamu perlu meluangkan waktu untuk memahami upaya yang dibutuhkan. Agar mencapai hasil yang kamu perlukan. Sebagian besar bergantung pada lokasi target audiens kamu.

Apabila selama penelitian kamu menemukan sebagian besar audiens pada platform Twitter. Namun, intensitas postingan konten kamu tidak begitu kuat. Oleh karena itu, kamu wajib meningkatkan jumlah postingan bisnis di platform tersebut.

Apabila hasil yang kamu terima tidak begitu baik dan audiens kamu berada di platform lain. Kamu bisa mempertimbangkan beralih ke platform media sosial yang lain.

Namun, sebelum kamu melakukannya, jawablah terlebih dahulu setiap pertanyaan di bawah ini:

  • Apa tujuan bisnis kamu?
  • Apakah platform tersebut bisa memenuhi tujuan bisnis kamu?
  • Berapa banyak sumber daya yang perlu kamu keluarkan untuk mencapai tujuan tersebut?
  • Apakah kamu bisa bekerja dengan efisien demi menghasilkan ROI positif pada platform tersebut?
  • Akankah hasilnya sesuai dengan biaya pemasaran pada platform itu?
  • Apa demografi komunitas pada platform tersebut dan apakah mereka sesuai dengan demografi target audiens yang hendak kamu jangkau?
  • Apakah target audiens kamu aktif dan berada pada platform itu?
  • Bisakah kamu menjangkau mereka dengan efektif?
  • Seberapa terkenalkah platform itu pada kalangan pemasar?
  • Berapa jumlah konten yang perlu kamu unggah supaya tampak menonjol?
  • Apakah kompetitor bisnis kamu ada pada platform tersebut?
  • Bisakah kamu mengungguli kompetitor?

3. Analisis Target Audiens Bisnismu

Menganalisis komunitas media sosial bisnis kamu merupakan hal terpenting saat kamu ingin mengelola media sosial dengan efisien. Terdapat banyak manfaat dalam menganalisis followers akun media sosial kamu.

Mulai dari membangun hubungan dengan pelanggan yang lebih erat, meningkatkan konversi media sosial, serta menciptakan konten yang lebih relevan. Selain itu, apabila kamu tidak melakukan riset pasar terlebih dahulu. Kamu cenderung berada pada jalan yang salah, membuang-buang sumber daya, dan juga uang.

Berikut ini cara menciptakan gambaran rinci mengenai target audiens media sosial bisnis kamu:

  • Kelompokkan target audiens kamu terlebih dahulu berdasarkan karakteristik yang mereka miliki pada template persona pelanggan.
  • Gunakan perangkat AI untuk mempermudah kamu melakukan hal tersebut. Karena mungkin saja persona setiap pelanggan bisnis kamu berbeda-beda.

Mempunyai informasi ini dapat memungkinkan kamu untuk memanfaatkan sumber daya secara lebih baik. Sehingga, kamu bisa berfokus hal-hal yang sesuai dengan minat komunitas target audiens bisnis kamu.

Baca Juga:   Perbedaan Impression dan Reach di Sosial Media

Jenis Tools yang Tepat untuk Social Media Management

Berikut ini beberapa tools yang perlu kamu gunakan saat mengelola media sosial:

1. Top-to-middle-of-the-funnel

Menganalisis audiens tingkat atas sampai menengah sangatlah penting. Sebab, orang-orang yang ada pada tingkat ini terkadang bukan audiens yang populer, namun bisa menjadi pelanggan potensial bisnis kamu.

Semakin baik kamu mengenal audiens ini, maka akan semakin efektif kamu bisa membina mereka menuju konversi yang sesuai dengan strategi pemasaran. Kamu bisa menggunakan tools dengan menganalisis langsung platform media sosial.

Data audiens yang dapat kamu peroleh cukup rinci pada berbagai platform media sosial, seperti:

  • Wawasan audiens Facebook, mulai dari demografi, lokasi, suka halaman, dan aktivitas.
  • Analisis Twitter, seperti demografi, perilaku konsumen, gaya hidup, serta jejak seluler.
  • Wawasan Instagram, mencakup lokasi, hari, dan waktu teratas ketika followers kamu paling aktif.
  • Analitik LinkedIn, yaitu demografi, senioritas, ukuran perusahaan, fungsi pekerjaan, serta status pekerjaan.

Selain menganalisis platformnya, kamu juga perlu menganalisis audiensnya. Supaya kamu bisa melihat audiens Facebook kamu dikelompokkan pada persona menurut demografi, perilaku, dan minat mereka.

Hasilnya, kamu bisa menghemat waktu yang perlu kamu habiskan ketika melakukan riset manual. Kamu juga bisa segera mengubah hasil analisis audiens kamu menjadi suatu tindakan.

2. Bottom-of-the-funnel

Analisis bagian dasar pemakai media sosial, umumnya merupakan audiens yang kamu kenal. Pakailah alat manajemen hubungan pelanggan, yaitu CRM. Alat tersebut berguna untuk membantu kamu fokus terhadap setiap bagian dari pengalaman pelanggan bisnis kamu.

Alat ini bisa memberikan kamu pemahaman yang lebih baik mengenai orang-orang yang telah membeli produk kamu. Mulai dari demografi mereka, konten yang membuat mereka memutuskan untuk membeli, dan titik kontak perjalanan mereka.

3. Content Management

Pembuatan konten merupakan bagian terpenting dalam proses social media management, namun juga sangat menantang. Agar alur kerja konten kamu lebih teratur dan lebih cepat, kamu bisa menggunakan berbagai tools berikut ini:

Tools ide konten

  • Social media monitoring – Menemukan topik yang sedang trending di platform online dan bisa kamu manfaatkan.
  • Audience analysis – Memahami konten yang direspon positif oleh audiens kamu.
  • Content inspiration – Menemukan ribuan postingan media sosial paling atas yang bisa beresonansi terhadap setiap persona audiens kamu.
  • Social media analytics – Melihat apa yang diposting oleh kompetitor bisnis kamu dan dapatkan inspirasi dari beberapa ide mereka yang paling sukses.
  • Content curation tools – Menemukan artikel trending di internet yang bisa kamu posting ulang.

Tools pembuat konten

  • Unsplash, Pixabay, Pexels – Mengunjungi berbagai situs ini untuk mendapatkan gambar gratis dengan kualitas tinggi.
  • Biteable, Shakr, Lumen5 – Membuat video sosial yang menyenangkan dan bisa membuat followers kamu ingin membagikannya.
  • Canva, Awesome Screenshot, Makeagif – Merancang visual yang luar biasa untuk bahan postingan kamu.
  • Google Documents, Nuclino, Grammarly – Berkolaborasi dengan tim kamu untuk membuat salinan media sosial.
Baca Juga:   7 Cara Menambah dan Mendapatkan Followers Instagram (IG)

Tools kalender editorial media sosial

  • Google Calender – Pakailah kalender visual dari Google untuk menempatkan postingan kamu dengan mudah.
  • Free calender templates – Hemat waktu dengan menggunakan template kalender media sosial yang telah jadi.
  • Google Spreadsheet – Membuat kalender editorial kamu sendiri sesuai keperluan kamu.
  • Content calender scheduler – Mengakses detail visual media sosial kamu, meninjau, dan menjadwalkan postingan. Selain itu juga bisa meminta tim kamu untuk mengerjakan semua tugas yang berhubungan dengan konten pada kalender.

Tools penerbitan media sosial

Kamu bisa menggunakan tools penerbitan media sosial untuk mengelola aktivitas penerbitan menjadi lebih efisien. Jika menggunakan tools ini, kamu bisa memposting konten dengan satu klik untuk berbagai platform media sosial.

Selain itu, kamu akan menemukan rekomendasi yang tepat untuk waktu posting terbaik. Sehingga, kamu bisa memaksimalkan interaksi dan visibilitas kamu.

4. Social Media Listening

Memantau percakapan online seputar brand bisnis kamu sangatlah penting. Agar lebih memahami efek nyata dari promosi kamu yang lebih dari sekedar jumlah komentar atau suka.

  • Google alerts – Membuat lansiran untuk topik dan frasa yang relevan yang muncul secara online. Kamu bisa menerima laporan melalui email reguler, sehingga kamu tidak terlewat informasi tentang brand kamu.
  • Social listening – Memantau media sosial untuk pertanyaan dan topik. Menganalisis sentimen di sekeliling mereka dan mengungkap percakapan mengenai brand bisnis kamu.

5. Social Customer Care

Jenis tools social media management yang terakhir adalah social customer care. Media sosial merupakan saluran masuk untuk sebagian besar pelanggan kamu untuk mengajukan pertanyaan dan mengekspresikan opini mereka tentang bisnis kamu.

Kamu bisa menggunakan Community Management untuk mengelola semua pesan yang masuk. Tools ini bisa berinteraksi dengan komunitas followers kamu secara terorganisir dengan mendapatkan notifikasi secara otomatis.


Siapkah Kamu untuk Melakukan Social Media Management?

Setelah menyimak pengertian dan tips untuk melakukan social media management, apakah kamu siap untuk menerapkannya? Karena pengelolaan sosial media yang baik pastinya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan bisnis kamu. 

Oleh sebab itu, sangat penting untuk kamu melakukannya dengan tepat. Agar bisa meningkatkan angka penjualan dan membuat brand bisnis kamu semakin terkenal lagi. 


Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar influencer, marketing influencer, hingga social media influencer hanya di influencer101.id.

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password