Pahami Perbedaan Remarketing dan Retargeting Di Sini, Lengkap

perbedaan remarketing dan retargeting

Banyak orang masih kesulitan memahami perbedaan remarketing dan retargeting. Padahal di era pemasaran digital seperti sekarang ini, penting untuk mengetahui apa itu remarketing dan apa itu retargeting. 

Dengan mengetahui perbedaannya, maka kamu akan dengan mudah memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melakukan remarketing atau retargeting. Dengan demikian, strategi ini akan berhasil untuk meningkatkan penjualan.

Selain itu, mengetahui perbedaan remarketing dan retargeting juga membantumu untuk menetapkan langkah. Yaitu, apa saja yang harus kamu siapkan untuk mengaplikasikan masing-masing strategi ini.


Apa Itu Remarketing?

Remarketing merupakan sebuah strategi pemasaran untuk meningkatkan hasil penjualan namun dengan cost atau biaya investasi yang rendah. 

Pasalnya, strategi remarketing kamu lakukan dengan menjangkau kembali orang yang sudah pernah menjadi konsumen mu sebelumnya.

Atau setidaknya pernah berinteraksi dengan brand mu sehingga kamu sudah memiliki data pribadi calon konsumen tersebut. Dengan demikian kamu bisa menghubunginya melalui jalur pribadi seperti e-mail atau WhatsApp

Pernahkah kamu menerima e-mail dari toko dimana kamu pernah membeli sesuatu? Ya, itu adalah bagian dari strategi ini.

Umumnya, melakukan strategi pemasaran ini berarti membuat konsumen melakukan repurchase. Dengan kata lain, membuat konsumen menjadi pelanggan setia bisnis mu atau customer retention.


Apa Itu Retargeting?

Sebelum memahami perbedaan strategi pemasaran ini, kamu harus tahu juga apa itu retargeting.

Retargeting adalah strategi pemasaran dengan menjangkau calon konsumen yang pernah berinteraksi dengan bisnis mu.

Interaksi yang dimaksud seperti misalnya ia pernah memasukkan barang dari toko online mu ke dalam keranjang di aplikasi marketplace namun tidak sampai membelinya.

Melalui konten iklan yang tepat, retargeting dapat menghasilkan hasil konversi berkali-kali lipat dari biaya investasi mu.

Perbedaan Remarketing dan Retargeting

Setelah tahu apa itu retargeting dan apa itu remarketing, saatnya mengetahui lebih detail apa perbedaan remarketing dan retargeting. Simak berikut 5 perbedaannya.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Social Media Officer dan Tugasnya

1. Sasaran pemasaran

Perbedaan remarketing dan retargeting yang pertama yakni sasaran pemasaran. Secara umum, sasaran pemasaran keduanya sama yakni orang yang sudah tahu brand atau bisnis kamu.

Namun ada perbedaannya yaitu seberapa jauh sasaran tersebut mengenal brand bisnis mu.  Kamu harus melakukan strategi ini apabila ingin menjangkau konsumen yang sudah mengenal brand mu dengan baik karena pernah melakukan transaksi sebelumnya.

Sedangkan retargeting perlu kamu lakukan untuk menjangkau orang-orang yang belum pernah melakukan transaksi dengan bisnis mu namun pernah berinteraksi.

Misalnya mereka pernah masuk ke situs web bisnis mu namun hanya melihat-lihat produk yang ada di display, mengecek detail beberapa produk, lalu keluar.

Meskipun belum pernah membeli produk mu namun mereka memiliki ketertarikan sehingga berpotensi untuk menjadi konsumen jika kamu melakukan retargeting. Itulah sasaran pemasaran yang menjadi perbedaan remarketing dan retargeting.

2. Pentingnya Kepuasan Konsumen

Sasaran strategi remarketing adalah orang-orang yang pernah membeli produk dari bisnis mu. Oleh karenanya penting untuk memperhatikan kepuasan konsumen.

Inilah perbedaan remarketing dan retargeting yang kedua yaitu seberapa besar kepuasan konsumen menjadi penentu keberhasilannya.

Konsumen yang puas dengan produk dan layanan bisnis mu sebelumnya tentu akan dengan mudah untuk kembali engage. Ketika mereka melihat iklan strategi ini dari bisnis mu maka mereka lebih tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut.

Sebaliknya, ketidakpuasan membuat kamu kekurangan calon konsumen potensial untuk melakukan cara pemasaran ini. Pasalnya, melakukan remarketing pada konsumen yang tidak puas hanya akan membuat kamu rugi.

Jika kamu tetap ingin melakukannya, butuh taktik-taktik khusus untuk mengubah persepsi buruk mereka terhadap brand mu dan itu membutuhkan waktu yang lama.

Perbedaan remarketing dan retargeting adalah kepuasan konsumen tidak secara langsung menentukan keberhasilan retargeting. Orang yang sedang kamu sasar adalah orang yang belum pernah merasakan pelayanan bisnis mu secara keseluruhan.

Meskipun mungkin mereka akan melihat testimoni dari konsumen sebelumnya, namun akan ada banyak hal lain yang akan menjadi pertimbangan mereka.

3. Perbedaan Remarketing dan Retargeting: Data yang Digunakan

Tujuan retargeting dan remarketing adalah sama yaitu meningkatkan angka penjualan. Keduanya adalah hal yang umum dalam dunia pemasaran digital. Namun ada perbedaan mengenai data yang harus kamu miliki untuk melakukan keduanya.

  • Data untuk Remarketing: Lakukan List Building
Baca Juga:   7 Perbedaan WA Bisnis dan WA Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaannya terletak pada data yang kamu gunakan untuk menerapkannya. Remarketing menyasar konsumen lama dengan menghubunginya melalui kontak pribadi seperti e-mail atau WhatsApp.

Oleh karenanya cara ini bisa juga kamu sebut sebagai e-mail marketing karena umumnya orang melakukannya dengan memanfaatkan data alamat e-mail

Lalu bagaimana jika kamu belum memiliki kontak dari orang yang pernah berinteraksi dengan bisnis mu? 

Perbedaan remarketing dan retargeting ialah kamu harus mulai melakukan list building atau mengumpulkan data konsumen agar bisa menerapkan remarketing.  

Tips pertama melakukan list building adalah dengan memberikan formulir berlangganan newsletter saat calon konsumen mengunjungi situs web bisnis mu. Pastikan kamu memberikan penawaran terbaik untuk menjadi alasan mereka berlangganan.

Tips selanjutnya, berikan sesuatu dengan memberikan syarat tertentu. Misalnya kamu menawarkan e-book, class demo, diskon, dan sebagainya. Akan tetapi calon konsumen wajib mendaftar dengan memberikan data seperti nama dan alamat e-mail.

Ketiga, pastikan kamu meminta data alamat e-mail saat konsumen yang membeli produk bisnis mu. Kamu bisa menggunakan alasan pemberian invoice melalui e-mail sehingga konsumen dengan sukarela memberikan alamat e-mail nya pada bisnis mu.

  • Data Untuk Retargeting: Cookies

Data untuk melakukan remarketing adalah data kontak pribadi calon konsumen. Di sisi lain, hal ini kurang kamu perlukan untuk melakukan remarketing.

Perbedaan remarketing dan retargeting terletak pada penggunaan data cookie untuk melakukan retargeting. Tidak menggunakan kontak pribadi seperti remarketing.

Cookie merupakan sebuah kode yang kamu simpan dalam sebuah browser agar dapat mengidentifikasi aktivitas pengunjung web. Sehingga nantinya kamu akan mengetahui apa saja yang seseorang lakukan ketika berselancar di situs web bisnis mu.

Dengan demikian nantinya kamu bisa mengatur ikan pemasaran sesuai tersebut dengan minat pengunjung. Menarik bukan?

Baru-baru ini pihak Google Chrome secara resmi mengumumkan akan memblokir semua cookie pihak ketiga pada tahun 2023. Sehingga nantinya kamu hanya bisa memanfaatkan cookie pihak pertama.

4. Perbedaan Remarketing dan Retargeting: Budget

Selanjutnya ada perbedaan budget yang cukup mencolok antara retargeting dan remarketing.

Baca Juga:   Melihat Sepak Terjang dan Bisnis Daniel Mananta yang Inspiratif

Menurut Harvard Business Review, investasi mendatangkan konsumen baru 25 kali lebih mahal membandingkannya dengan dana yang kamu butuhkan untuk mempertahankan konsumen lama.

Sehingga, melakukan nya atau menghubungi kembali konsumen lama sebenarnya bisa menghemat pengeluaranmu untuk pemasaran.

Namun demikian, perbedaan remarketing dan retargeting terkait budget ini tidak seharusnya mengurungkan niatmu untuk melakukan retargeting.

Pasalnya, selain berusaha untuk mempertahankan konsumen lama, kamu juga perlu mendatangkan konsumen baru juga penting untuk pertumbuhan bisnismu.

5. Ada Perbedaan Konten

Perbedaan remarketing dan retargeting selanjutnya adalah konten iklan. Sebab tujuan dari keduanya berbeda sehingga kamu perlu teliti untuk menentukan jenis konten untuk masing-masing strategi ini.

Hanya sekitar 2% orang yang datang menuju situs web bisnis mu dan berakhir dengan membelinya. Melakukan retargeting berarti kamu berusaha menjangkau 98% orang sisanya.

Bagaimana agar 98% orang tersebut tertarik untuk akhirnya membeli produkmu? Itu yang menjadi pertanyaan mendasar untuk melakukan retargeting.

Misalnya dengan memberikan iklan produk yang sesuai dengan ketertarikan orang tersebut. Apa saja yang mereka lakukan ketika membuka situs web bisnis mu? Jawaban ini bisa kamu dapatkan dari data rekaman cookie.

Apabila sudah mengetahuinya, kamu bisa menargetkan orang tersebut untuk terus menerus mendapatkan iklan khusus tentang produk yang disukainya.

Perbedaan remarketing dan retargeting terkait konten ialah, banyak konten yang bisa kamu eksplor saat melakukan remarketing.

Umumnya, pebisnis melakukan strategi ini untuk memperkenalkan produk baru, diskon pada produk tertentu yang masih satu lini dengan produk yang mereka beli sebelumnya, dan sebagainya.


Pilih Mana Antara Remarketing dan Retargeting?

Jawabannya adalah kamu harus melakukan keduanya. Kelebihan keduanya adalah strategi pemasaran ini bersifat personal karena kamu sudah memiliki histori orang yang menjadi target mu, entah histori pembelian atau aktivitas tertentu.

Setelah mengetahui masing-masing apa itu remarketing, apa itu retargeting, serta perbedaan remarketing dan retargeting kamu harus mulai menerapkan keduanya. Dengan demikian bisnis mu akan semakin cepat berkembang.


Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar influencer, marketing influencer, social media influencer, dan lainnya hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password