Sistem Promosi Endorse dan Paid Promote, Manakah yang Lebih Efektif?

Perbedaan paid promote dan endorse

Para penggiat bisnis mulai merambah dunia online untuk menjual produknya dengan berbagai kiat serta trik penjualan. Agar trafik penjualan produknya, bisa terkenal secara luas maka bisa menggunakan sistem paid promote atau cara endorse menggunakan jasa orang terkenal.

Semua cara untuk promosi bisnis online ini cukup efektif dan terkenal di kalangan para penggiat bisnis online. Namun, masih banyak pula yang salah memahami sistem promosi dengan cara endorse dan paid promote.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan dari endorse dan paid promote? Simak penjelasan berikut!


Perbedaan Endorse dan Paid Promote

Perbedaan dari promosi produk yang menggunakan sistem endorse dan paid promote, yaitu:

1. Media Promosi

Endorse dan paid promote sama-sama menggunakan platform sosial media untuk mempromosikan produknya dan sama-sama pula menggunakan jasa influencer sebagai promotornya.

Perbedaannya adalah untuk media promosi menggunakan endorse, nantinya influencer akan memberikan ulasan positif mengenai suatu produk atau jasa tersebut.

Lalu, influencer membagikan review tersebut melalui media sosial agar para pengikut di platform miliknya dapat mengetahuinya. Ketika memilih untuk tipe endorsement, maka seharusnya memilih influencer yang relevan dengan konten promosi.

Sebagai contoh, apabila yang menjadi konten promosi adalah penginapan untuk staycation maka menggunakan jasa influencer seorang traveler. Untuk sistem endorse sendiri, seller akan mengirimkan produk dan nantinya, oleh influencer menukar produk atau jasa dengan cara promosi di akun influencer tersebut.

Perbedaan endorse dengan paid promote, influencer dengan sistem paid promote menampilkan brosur atau poster dari klien yang nantinya di posting ke profil dari akun sosial media.

Baca Juga:   Yuk, Ketahui Arti Buzzer dan Influencer! Apa Perbedaannya?

Dari pihak klien, setelah melakukan transaksi pembayaran sesuai kesepakatan awal, maka konten yang akan menjadi promo, melakukan serah terima kepada influencer atau pihak penyelenggara paid promote.

Selanjutnya, influencer tersebut akan mengupload materi promosi klien ke media sosial mereka. Dan untuk paid promote tidak ada review terkait produk atau jasa ke masyarakat. Dan sistem paid promote, mencakup lebih luas untuk sasaran promosi, seperti, organisasi atau komunitas.

2. Mekanisme Alur Promosi

Sistem promosi menggunakan endorsement, mekanisme promosinya berbeda dengan paid promote. Endorse lebih mengedepankan review dari para influencer, yang nantinya akan mempromosikan produk atau barang.

Awalnya, pengguna jasa akan membuat kontrak dengan influencer, lalu pihak klien akan mengirimkan produk untuk menjadi konten review oleh influencer. Selanjutnya, influencer akan promosi produk melalui media sosialnya. Di sinilah perbedaannya dengan paid promote, sebab pengguna jasa tidak perlu menyiapkan konten .

Cukup hanya mengirim produk, namun produk ini akan menjadi hak milik sang influencer. Jadi, produk tidak bisa kembali lagi. Untuk sistem paid promote, mekanisme alur promosinya tidak terlalu rumit. Sebagai pengusaha bisnis online, hanya cukup mencari platform untuk paid promote yang terpercaya, untuk hal ini bisa terlihat dari track recordnya sebagai influencer.

Lalu, langkah berikutnya adalah membuat kontrak yang jelas dan rinci agar kedua belah pihak tidak merasakan adanya kerugian. Setelah kontrak kedua belah pihak mencapai mufakat, kemudian melakukan pembayaran lalu mengirim materi promosi yang nantinya menjadi tugas influencer untuk promosi.

Untuk materi, biasanya sudah tersedia dari pihak klien, dan menyertakan konten dengan caption. Misalnya, apabila suatu online shop menginginkan target pengikut di akun bisnis jualannya dengan jumlah pengikut mencapai 20 ribu, maka iklan akan tercapai sesuai kesepakatan apabila pengikut akun tersebut mencapai target sesuai kesepakatan.

Baca Juga:   Apa itu Brand Awareness? Pengertian, Manfaat, dan Cara Membangunnya

3. Perbandingan Harga Promosi

Perbedaan biaya endorsement atau paid promote sebenarnya menjadi kesepakatan antara pemilik dari brand tersebut dengan influencer. Untuk sistem paid promote jumlah subscribers atau pengikut di platform sosial medianya, tidak selalu akan mempengaruhi jumlah dari penentuan payment.

Dari pihak influencer, yang memiliki jumlah pengikut tidak terlalu banyak ada yang menentukan biaya paid promotenya tinggi, apabila dengan yang jumlah pengikutnya lebih banyak. Hal ini bisa saja karena influencer dengan followers tidak terlalu banyak, memiliki engagement rate yang lebih tinggi.

Untuk akun yang mempromosikan dengan sistem paid promote, menyediakan jasa promosi dengan sistem media durasi waktu. Dan ketentuannya adalah apabila semakin banyak followers maka akan semakin tinggi tarif iklannya.

Baik untuk jasa endorse atau paid promote, pastikan influencer dan komunitas yang melakukan jasa promosi dengan klien rincian harga, syarat dan ketentuan waktu untuk endorse dan paid promote harus jelas.

Baca juga: Apa itu Endorse Beserta Tipe dan Manfaatnya


Lebih Efektif Mana Antara Endorse dan Paid Promote?

Perbandingan dari tingkat efektifitas endorse dan paid promote, jawabannya adalah kembali lagi pada tingkat kebutuhan serta kemampuan dalam menyewa jasa promosi.

Setiap pengusaha, akan memiliki target dan juga finansial yang berbeda. Apabila klien memiliki modal lebih, maka tidak ada salahnya untuk mencoba sistem endorse. Mengapa endorse? Sebab sistem ini, seperti yang sudah menjadi penjelasan sebelumnya, menggunakan sistem review dan testimoni.

Sistem seperti ini akan lebih tepat sasaran untuk usaha yang ingin melakukan promosi dengan membangun personal branding dari produk atau jasa. Untuk paid promote, cocok untuk pengusaha yang ingin untung cepat dengan modal terbatas. Paid promote menjadi pilihan bagi yang baru merintis usaha online dan mencoba pasang iklan.

Baca Juga:   7 Media Sosial Terpopuler untuk Meningkatkan Popularitasmu

Menggunakan paid promote, konten iklan tidak bertahan lama sebab saat durasi sudah lewat dari kesepakatan maka pihak jasa promosi akan menghapus konten promosi dari postingan. Selain itu, paid promote mengharuskan pengusaha menyediakan konten sendiri.

Baca juga: Mengenal Apa itu Paid Promote Beserta Manfaatnya Bagi Pebisnis Online


Sudah Memahami Perbedaan antara Endorsement dan Paid Promote?

Memilih untuk menggunakan jasa promosi melalui endorse atau paid promote memiliki keuntungan dan resikonya masing-masing. Pahami dengan jelas apa dan bagaimana mekanisme sistemnya, karena pada akhirnya semua pilihan kembali kepada kebutuhan serta budget yang kamu miliki.


Dapatkan berbagai informasi terbaru seputar berita influencer dan influencer marketing hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password