12 Perbedaan Blog dan Website yang Harus Kamu Tahu

perbedaan blog dan website

Apakah kamu sedang merencanakan untuk membuat blog atau website dalam waktu dekat? Meskipun tampak sama, nyatanya blog dan website memiliki beberapa perbedaan. Kira-kira platform manakah yang cocok untuk kamu?

Nah, untuk mengetahui platform yang mampu untuk memenuhi kebutuhan kamu. Ada baiknya kamu mempelajari tentang blog dan website terlebih dahulu. Supaya kamu bisa lebih yakin untuk memilih salah satu di antara keduanya.


Pengertian Blog vs Website

Sudahkah kamu mengetahui pengertian dari blog dan juga website? Jika belum, mari simak pengertian kedua platform ini. Blog merupakan singkatan dari web log yang isinya berupa konten. Mulai dari opini, kegiatan, atau pengalaman sang penulis.

Sedangkan website artinya beberapa laman online yang saling terhubung pada sebuah domain. Umumnya dikelola oleh perusahaan, organisasi, individu, institusi, atau pemerintahan.

Berdasarkan pengertian di atas, tentunya kamu telah mendapatkan sekilas gambaran tentang perbedaan blog dan website. Intinya, blog merupakan salah satu jenis website yang terpopuler sebab cara pengelolaannya yang mudah bagi pemula sekalipun. Blog juga sering dijuluki sebagai website pribadi.

Sedangkan, website merupakan sebuah isitilah bagi seluruh situs web yang tersedia di internet. Misalnya koinworks.com, entrepreneurcamp.id, fnbpreneur.id dan lain-lain.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa blog merupakan singkatan dari web log. Pencetus istilah web log adalah John Barger. Dia mengatakan bahwa log merupakan kegiatan internet, sedangkan web adalah website. Jadi, jika kamu gabungkan akan menjadi kegiatan internet yang ada di website.

Perumpamaan sederhananya, yaitu seperti semua bayam merupakan sayur, namun tidak semua sayur merupakan bayam. Semua blog tergolong ke dalam website, namun tidak semua website merupakan sebuah blog. Intinya blog merupakan salah satu tipe website.


Perbedaan Blog dan Website

Berikut ini sejumlah perbedaan antara blog dan juga website yang harus kamu ketahui:

1. Konten

Perbedaan pertama bisa kamu lihat dari segi kontennya. Biasanya konten blog berupa artikel, podcast, atau video mengenai beberapa atau satu tema tertentu yang disukai oleh pemiliknya. 

Selain itu, sebagian besar konten blog berisi pengalaman, kegiatan, atau opini si pemilik blog. Sesuai dengan pengertian blog yang telah kamu baca di atas.

Kamu dapat membuat blog menggunakan konten yang fokus hanya untuk satu tema. Misalnya teknologi, fashion, travel, kuliner, otomotif, game, atau parenting. Salah satu blog yang fokus untuk satu tema, yaitu blog masakan ResepKoki.

Baca Juga:   Content Placement: Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis

Kamu juga dapat membuat blog dengan konten yang beraneka ragam tema. Namun, harus kamu sesuaikan dengan hobi atau minat kamu.

Sementara konten website umumnya membahas informasi penting tentang layanan atau produk. Contohnya kamu dapat membuat website perusahaan yang membahas tentang alamat, kontak, dan sejarah perusahaan. Website dapat kamu manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan promosi sekolah, lembaga pemerintahan, toko online, komunitas, atau institusi pendidikan.

2. Arah komunikasi

Perbedaan blog dan website berikutnya ada pada arah komunikasi. Arah komunikasi blog mempunyai sifat interaktif. Sebab, pembaca blog dapat menulis komentar pada setiap konten atau artikel yang kamu rilis.

Sementara arah komunikasi pada platform website hanya bersifat satu arah. Sebab, website umumnya tidak menyediakan kolom komentar pada setiap kontennya.

3. Gaya Bahasa

Berdasarkan gaya bahasa yang dipakai juga berbeda. Sebenarnya gaya bahasa pada blog sangat bervariasi, tidak ada ketentuan khusus atau batasan tertentu. Ada yang memakai bahasa formal, tapi ada juga yang memakai bahasa santai atau informal.

Meskipun begitu, biasanya blog menggunakan kata ganti orang kedua. Misalnya ‘kamu’, ‘Anda’, atau ‘lu’ untuk memberikan kesan yang lebih personal pada kontennya. Blog memakai gaya bahasa yang cenderung personal supaya pembaca tidak cepat bosan saat membaca artikel di blog.

Sementara gaya bahasa yang umum dipakai pada website cenderung lebih formal dan profesional. Sebab, sebagian besar dimanfaatkan untuk tujuan formal. Contohnya lembaga pendidikan, perusahaan, instansi pemerintah, atau organisasi.     

4. Pembagian Konten

Perbedaan selanjutnya antara blog dan website ada di pembagian kontennya. Pembagian konten pada blog umumnya menurut kategori dan tag. Contohnya pada Blog Koin Works, kamu bisa menemukan kategori Bisnis & UKM, Investasi & Keuangan Pribadi, serta Gaya Hidup.

Sementara pembagian konten di website umumnya menurut layanan atau produk yang ditawarkan. Contohnya, di Koin Works kamu bisa menemukan produk Investasi & Pendanaan di laman KoinP2P, KoinRobo, KoinGold, dan KoinBond. Produk Pinjaman di laman KoinGaji dan KoinPintar.  

5. Update

Berdasarkan segi update konten, blog vs website juga berbeda. Blog cenderung memperbarui kontennya secara rutin. Misalnya setiap hari, seminggu sekali, atau 3 hari sekali.

Masing-masing blog mempunyai jadwal update konten mereka sendiri. Oleh sebab itu, konten pada platform blog mempunyai sifat yang dinamis. Sebab selalu diperbarui untuk kurun waktu tertentu.

Update konten merupakan sesuatu yang sangat penting untuk sebuah blog. Karena konten layaknya nyawa bagi sebuah blog.

Beda halnya dengan website yang sebagian besar kontennya berisikan tentang layanan atau produk. Sehingga, update konten hanya terjadi pada saat ada perubahan informasi layanan atau produk yang disediakan. Oleh sebab itu, konten website bersifat statis karena tidak terlalu sering membutuhkan update.  

Baca Juga:   Apa itu Blogwalking? Manfaat, Cara dan Tips Melakukannya

6. Subscribe

Blog dan website juga mempunyai perbedaan dalam segi subscribe. Supaya pembaca tidak telat mengetahui update konten terbaru, umumnya blog menyediakan tombol subscribe. Pembaca dapat berlangganan atau subscribe pada blog supaya mendapatkan notifikasi setiap kali kamu melakukan update konten.

Sebagian website ada juga yang menyediakan opsi subscribe. Tetapi berbeda dari blog yang memberikan notifikasi update untuk konten terbaru. Website umumnya mengirimkan newsletter yang berisikan informasi tentang layanan atau produk baru.

7. Pengelola

Kamu pasti tidak asing dengan istilah blogger. Blogger merupakan sebutan bagi para pemilik atau penulis di platform blog. Umumnya blogger mengelola blognya sendiri. 

Kamu mungkin mengenal beberapa blog yang cukup populer seperti blog Diana Rikasari, Sugeng.id, dan juga Trinity Traveler. Ada juga blog yang memiliki beberapa orang untuk mengelolanya, contohnya Blog Koin Works.

Berbeda dengan blog, umumnya website hanya dikelola oleh staff perusahaan atau tim ahli. Mulai dari designer, copywriter, dan juga developer.

8. Coding

Perbedaan lainnya antara blog dan website ada pada coding. Pada saat membahas tentang blog dan juga website, beberapa orang umumnya takut dengan coding. Apabila kamu memilih blog, kamu tidak perlu khawatir.

Karena, untuk membuat sebuah blog, kamu tidak wajib menjadi seorang yang ahli pada bidang pengkodean. Kamu cukup mendownload template serta belajar hal-hal dasar saja tentang coding. 

Sedangkan untuk membuat website, kamu perlu mengerti dan memahami pengkodean yang berhubungan dengan beberapa bahasa pemrograman. Contohnya HTML5, PHP, CSS3, dan masih banyak lagi.

9. Homepage

Pada blog dan website, homepage keduanya sangatlah berbeda. Homepage blog penuh dengan beragam macam artikel yang sudah diposting sebelumnya. 

Sedangkan di website, homepage hanya membahas tentang isi dasar dari situs web. Agar pengunjung mengetahui perihal jenis layanan atau produk yang kamu tawarkan pada website tersebut.

10. Waktu

Blog dan website juga memiliki perbedaan dalam segi waktu posting konten. Waktu yang tepat sangatlah penting bagi suatu blog yang populer. Kamu harus mengupdate postingan blog kamu sekitar pukul 08.00 hingga pukul 12.00 supaya menarik minat pembaca menuju blog kamu.

Tetapi, di platform website, waktu tidak berpengaruh sama sekali terhadap postingan konten. Karena website cenderung jarang dan hanya sesekali saja memperbarui konten.

11. Search Engine

Setiap kali pengguna melakukan pencarian di mesin pencari. Rekomendasi laman blog jauh lebih banyak tampil pada halaman hasil pencarian daripada situs website. Karena konten blog yang selalu berubah dan bertambah secara rutin.

Sehingga mesin pencari cenderung melakukan pencarian lebih banyak untuk konten blog. Tetapi isi konten website yang statis membuat website mempunyai pencarian yang sangat terbatas.

Baca Juga:   7 Tips Menang Lomba Blog yang Perlu Kamu Tahu

12. Histori Konten

Perbedaan selanjutnya untuk blog dan website bisa kamu temukan pada bagian histori kontennya. Pada sebuah blog sangat umum kamu temukan list konten yang telah diposting di blog tersebut.

Semua histori tersusun sangat rapi, mulai dari konten terbaru hingga yang paling lama. Sehingga menunjukkan tingkat keaktifan dari blog tersebut. Semua postingan yang pernah diunggah akan sangat mudah kamu temukan di platform blog.

Sedangkan di website, kondisi tersebut cukup langka untuk kamu temukan. Seorang pengelola website umumnya jarang menampilkan setiap konten yang pernah dibuat sebelumnya. Bahkan untuk beberapa kasus seluruh konten yang dianggap sudah sangat lama akan dihilangkan dan tidak dapat lagi kamu temukan.


Mungkinkan Blog ada di dalam Website?

Kamu dapat membuat blog yang menjadi suatu bagian pada sebuah website. Contohnya, website Koin Works mempunyai Blog Koin Works.

Bila kamu mengelola website perusahaan, lembaga, toko online, atau organisasi tertentu pasti kamu mengharapkan trafik yang tinggi untuk website tersebut. Meskipun demikian, sayangnya Google lebih suka dengan website yang rutin update. 

Sementara website kamu tidak dapat terlalu banyak melakukan update konten. Sebab informasi yang harus kamu sediakan tidak banyak mengalami perubahan.

Solusinya, kamu bisa membuat blog yang terhubung langsung dengan website milik kamu. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Koin Works. Sehingga, kamu dapat mendatangkan trafik pada website yang berasal dari blog. Tanpa harus merusak konten pada platform website milikmu.   


Sudahkah Kamu Memahami Perbedaan Blog dan Website?

Setelah menyimak informasi di atas, tentunya kamu akan lebih paham tentang blog vs website. Sehingga, kamu mampu untuk memutuskan platform yang lebih sesuai dengan kebutuhan kamu.

Apabila kamu hanya ingin membagikan pengalaman, cerita, atau pengalaman. Maka blog merupakan platform yang sangat tepat untuk kamu. Kamu dapat memulai blog menggunakan platform seperti WordPress, Blogspot, Weebly, atau dengan domain sendiri.

Namun, jika kamu ingin membuat laman yang lebih formal seperti perusahaan, lembaga, bisnis, atau organisasi. Maka platform website pastinya lebih sesuai untuk kamu.

Semoga artikel ini mampu membantu kamu untuk memahami perbedaan blog dan website secara lebih mendalam. Sehingga, kamu bisa lebih yakin untuk memilih platform blog atau situs web yang lebih cocok untuk kamu.   


Dapatkan berbagai informasi dan tips seputar influencer, marketing influencer, hingga blogger influencer hanya di influencer101.id.

Baca juga: 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password