Pengertian dan Cara Membuat Buyer Persona dalam Bisnis

buyer persona adalah

Para pengusaha harus menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat seiring dengan perkembangan dunia bisnis dengan berbagai strategi. Tidak hanya dengan media sosial dan membayar orang untuk melakukan promosi, buyer persona adalah salah satu strategi penjualan untuk memahami target audiens secara lebih dalam. 

Tidak hanya itu, strategi ini juga dapat membantu kamu mempermudah proses perencanaan strategi pemasaran, konten, pengembangan produk, dan lain sebagainya. Ketahui apa itu buyer persona dan cara membuatnya di artikel ini.

Apa itu Buyer Persona?

Ketika memiliki produk bisnis, pasti kamu membayangkan pembeli ideal. Itulah buyer persona. Buyer persona adalah karakter fiktif di dalam pikiranmu ketika membayangkan konsumen ideal bagi produk yang kamu jual. Bisa dibilang, ini merupakan representasi dari pelanggan ideal dari bisnis kamu. 

Jika menciptakannya, kamu bisa memahami target calon pembeli secara lebih dalam daripada tidak menggunakannya. Sehingga, hal ini akan mempermudah kamu dalam proses penyusunan konten marketing, strategi pemasaran, pengembangan produk, dan lainnya. 

Namun, bayangan pembeli ideal ini tidak muncul begitu saja di dalam pikiran. Apabila ingin menciptakan karakter fiktif ini, kamu memerlukan data hasil riset pasar dan insight yang kamu dapatkan dari database customer bisnis. Agar kamu punya dasar yang akurat. 

Data ini dapat kamu peroleh melalui riset pasar, seperti survey, wawancara, dan lainnya. Kamu bisa menciptakan 1 hingga 2 persona, atau bahkan 20 karakter tergantung dari skala bisnis yang kamu miliki. 

Semakin detail kamu membuatnya, maka akan semakin baik sebagai data pengembangan bisnismu. Kamu mungkin tidak dapat mengenal satu per satu customer

Namun, paling tidak, kamu mampu membuat persona pelanggan untuk mengidentifikasi setiap latar belakang customer yang ada. Sebagai pengusaha yang mengerti detail dari produk dan jasa yang dijual, kamu merupakan orang yang paling bisa menciptakan konsumen bayangan ini. 

Detail Buyer Persona

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, semakin detail bayangan kamu terhadap konsumen fiktif ini, akan semakin bagus untuk kamu mengenal target audiens. Agar dapat menentukannya, inilah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Data Pribadi

Poin pertama, kamu harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menggambarkan konsumen ideal kamu. Beberapa pertanyaannya menyangkut data pribadi, antara lain:

  • Siapa nama konsumen kamu?
  • Konsumen tersebut laki-laki, perempuan, atau yang lainnya?
  • Berapa umur konsumen tersebut?
  • Bagaimana dengan pendidikannya?
  • Apa pekerjaannya?
  • Dia memperoleh penghasilan berapa setiap bulannya?
  • Apakah konsumen itu sudah menikah atau masih lajang? 
  • Bagaimana dengan anak? Memiliki atau tidak? Jika iya, usia berapa?
Baca Juga:   Cara Mengukur Tingkat Keberhasilan Influencer Marketing

Penting untuk menjawab pertanyaan terkait data pribadi konsumen fiktif bisnis kamu. Supaya kamu bisa menyesuaikan substansi produk-produk pemasaran yang akan kamu gunakan.

2. Tingkah Laku

Selanjutnya, kamu perlu menggambarkan pelanggan terbaik dengan membayangkan tingkah lakunya. Oleh karena itu, kamu harus mampu menjawab sejumlah pertanyaan di bawah ini:

  • Pelanggan idealmu memiliki hobi apa?
  • Jenis makanan dan minuman apa yang paling disukai?
  • Apa yang dia gemari?
  • Dia menggunakan media sosial apa saja?
  • Apakah dia mengikuti forum online? Jika iya, apa saja?

3. Kebiasaan Berbelanja

Detail ketiga buyer persona adalah kebiasaan berbelanjanya. Jika ingin mengetahuinya, kamu dapat memulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana cara berkomunikasi konsumen ideal kamu? Apakah  melalui email, media sosial, pesan instan, atau secara langsung?
  • Bagaimana caranya pelanggan kamu mengetahui sebuah produk? Apakah melalui saran dari teman, internet, iklan baliho, ataukah yang lainnya?
  • Jika melalui internet, bagaimana caranya dia mencari informasi yang berkaitan dengan produk tersebut?
  • Bagaimana cara berbelanja yang paling dia sukai? Apakah secara online atau offline?

Kamu dapat menentukan detail buyer persona dengan beberapa pertanyaan di atas. Jika masih kurang mendetail, kamu dapat menambahkan informasi sebanyak mungkin dari data yang ada, karena semakin banyak informasi, semakin dekat pula kamu dengan pembeli. 

Manfaat Memiliki Buyer Persona

Buyer persona adalah strategi terbaik bagi bisnis untuk memahami target audiensnya. Strategi ini juga dapat membantu untuk meningkatkan conversion rate dan juga pendapatan bisnis. 

Tidak hanya itu, menggunakan dokumen konsumen ideal ini juga memiliki sejumlah manfaat yang menguntungkan bagi bisnis kamu. Penasaran apa saja? Simak di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

  • Meningkatkan pemahaman akan kebutuhan pelanggan ideal perusahaan. 
  • Memiliki target audiens yang lebih tersegmentasi, tidak umum. 
  • Buyer persona dapat membantu kamu meningkatkan efektivitas marketing perusahaan.
  • Meningkatkan kesuksesan tim penjualan atau sales dari perusahaan.
  • Dapat mengidentifikasi persona yang negatif. 
  • Dapat mengetahui dan memahami customer pain point dengan komprehensif.

Cara Membuat Buyer Persona

Selanjutnya, penting bagi kamu untuk menentukan orang-orang yang benar-benar ingin membeli produk dari bisnis kamu, bukan hanya orang-orang yang kamu harapkan akan membelinya. Mula-mula kamu harus melakukan riset secara mendalam. Berikut adalah cara membuat buyer persona yang perlu kamu lakukan:

1. Riset Customer secara Menyeluruh

Langkah pertama yang harus kamu lakukan, yaitu melakukan penelitian secara menyeluruh terhadap pelanggan yang pernah membeli produk atau menggunakan layanan yang kamu tawarkan. 

Baca Juga:   Tips Menggunakan Video Pinterest untuk Promosi, Ternyata Mudah!

Setelah itu, kamu perlu mempelajari pelanggan tersebut dengan mengumpulkan informasi-informasi terkait usia, lokasi, tingkah laku, cara membeli, dan lain sebagainya. Sesuai dengan detail yang tertera di bagian sebelumnya. 

Sehabis mengumpulkannya, kamu perlu mencatat apa saja yang kamu dapatkan dari situ. Usahakan untuk selalu melakukan konfirmasi terhadap setiap informasi kepada pelanggan secara langsung. Kamu dapat melakukannya dengan dengan teknik survei, focus group discussion, atau bahkan wawancara secara langsung. 

Sehingga, kamu akan lebih mudah dalam mengetahui karakter konsumen idealmu secara mendetail.

Jika bisa melakukannya, kamu perlu mencari tahu interaksi mereka dengan kompetitor. Hal ini akan membantu kamu untuk mengembangkan produk ke depannya. Agar kamu dapat mengungguli kompetitor, baik dari segi pelayanan, produk bisnis, maupun yang lainnya.

2. Ketahui Masalah Mereka

Setelah meneliti pelanggan, langkah selanjutnya untuk menciptakan persona konsumen ideal adalah mencari masalah yang pelanggan kamu sedang alami. 

Salah satu cara untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan terlibat di media sosial dan melakukan riset secara langsung. Selain itu, kamu juga dapat melakukan survey secara online untuk menggali review dan ulasan mereka terkait produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Apabila kamu menemukan masalah yang mereka alami terkait dengan bisnis kamu, segera cari jalan keluarnya. 

3. Identifikasi Tujuan Customer

Persoalan yang tidak kalah penting dari mengetahui masalah customer adalah mengidentifikasi tujuan mereka membeli barang atau menggunakan jasamu. Tujuan mereka tentu bermacam-macam, ada yang bersifat personal, sekedar coba-coba, atau mungkin untuk hadiah kepada orang tersayang. 

Maka dari itu, kamu perlu mengenali lebih dalam lagi tujuan mereka, sehingga kamu dapat menyuguhkan konten yang sesuai dan tepat sasaran.

4. Pahami Cara Membantunya

Setelah mengetahui masalah dan tujuan customer kamu, langkah berikutnya adalah memahami bagaimana cara bisnismu dapat membantu dan mempermudah  mereka.

Kamu dapat menggali lebih dalam apa yang bisa kamu berikan, simpan sejenak mengenai fitur-fitur yang dapat kamu berikan. Lakukanlah secara perlahan-lahan, maka kamu akan mengetahui cara agar bisnismu dapat membantu customer dengan baik. 

5. Mengubah Riset Menjadi Buyer Persona 

Setelah kamu berhasil mengumpulkan data-data dan informasi dengan melakukan riset pelanggan, kamu perlu mengubahnya menjadi buyer persona

Contohnya, kamu mengidentifikasi pelanggan perempuan berusia 23 tahun yang tinggal di kota-kota berkembang atau satelit dan sedang berusaha untuk mencari kerja.

Kamu dapat mengelompokkan itu ke dalam satu daftar pelanggan, sehingga dapat memudahkanmu dalam menyusun konten, mengembangkan produk, dan lain sebagainya. 

Kamu perlu mengingat, bahwa kamu dapat membuat sejumlah persona sesuai dengan kebutuhan bisnis. 

Baca Juga:   Cara Menambahkan Link di Bio Tiktok Menggunakan Smartphone

6. Kategorisasi

Pengelompokan karakter ideal pelanggan dapat kamu lakukan pada setiap proses yang kamu lalui. Terdapat 4 jenis  yang umumnya digunakan, yaitu:

  • Competitive: Model pelanggan ini merupakan karakter yang sangat menyukai hal-hal yang mengandung “kompetisi”. Sehingga cenderung mencari produk atau jasa yang bisa meningkatkan kualitas diri mereka daripada konsumen yang tidak menggunakannya.
  • Spontaneous: Jenis kedua adalah pelanggan yang mudah terpengaruh dan mempengaruhi, karena mereka melibatkan emosi dalam pengambilan keputusan. Artinya, karakter ini lebih mudah untuk terbujuk dalam membeli produk ketika temannya atau kenalannya pernah mencobanya. 
  • Methodical: Selanjutnya adalah karakter pelanggan yang sangat logis dan teliti ketika bertindak. Agar dapat menarik perhatian customer dengan karakter ini, kamu membutuhkan produk yang benar-benar lebih unggul daripada milik kompetitor. 
  • Humanistic: Jenis customer yang satu ini memiliki sifat yang sedikit lambat dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kamu perlu berusaha membuatnya kagum ketika menawarkan produk atau layanan bisnis kamu. 

Sebenarnya, kamu dapat dengan bebas menentukan dan menciptakan karakter pelanggan sendiri sesuai yang kamu butuhkan. Tetapi, kamu wajib mencatat dan mendokumentasikan setiap karakter ini dengan detail dan format yang jelas. 

Setelah melakukan langkah-langkah untuk membuat buyer persona, coba posisikan diri sebagai pelanggan ketika kamu akan mengambil keputusan atau menyusun strategi bisnis terbaru. 

Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala supaya kamu berhasil menjalin hubungan yang kuat dengan customer ataupun membangun brand yang terpercaya. 

7. Buat Persona Negatif

Perlu kamu ketahui bahwa langkah-langkah di atas merupakan cara membuat buyer persona positif. Di dalam dunia bisnis, terdapat istilah persona negatif, yaitu yang bertindak bertolak belakang dengan positif.

Karakter ini merepresentasikan mereka yang tidak kamu inginkan sebagai customer kamu. Jika kamu tidak melibatkan mereka sebagai pengguna produk bisnis kamu, maka bayangan pelanggan idealmu akan lebih spesifik. 

Sebagai contoh, barang yang kamu jual yaitu pakaian laki-laki high end dengan harga yang tinggi. Itu berarti, kamu tidak membidik orang-orang yang berada di kelas ekonomi menengah ke bawah. Sehingga, kamu dapat menyebut mereka sebagai persona negatif bisnis kamu.

Sudah Siap untuk Menciptakan Buyer Persona Versi Kamu?

Buyer persona adalah target ideal pelanggan agar bisnis kamu dapat berkembang di masa depan. Setelah mengetahui pengertian dan cara membuatnya, kamu dapat menjangkau market yang lebih luas dan menyiapkan strategi marketing yang lebih efektif. 

Jangan lupa untuk selalu melakukan pemantauan dan evaluasi, agar kamu bisa mengembangkan bisnismu dengan efisien. Nah, apakah kamu sudah siap membuat buyer persona untuk bisnismu?


Temukan inspirasi tentang social media influencer, influencer marketing, dan yang lainnya hanya di influencer101.id

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password