LinkedIn Ads: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengaplikasikannya

linkedin-ads

Setiap media sosial memiliki iklan dan cara pengaplikasian yang berbeda-beda, begitu pula dengan LinkedIn.

Media sosial yang ramai dengan para jobseeker, pekerja, dan perusahan ini ramai dengan berbagai macam konten.

Salah satunya adalah LinkedIn ads, namun tidak semua orang tahu bagaimana cara memakainya. 

Kendati demikian, media sosial dengan karakteristik warna biru ini dapat kamu manfaatkan untuk menyebarluaskan berbagai iklan.

Terutama untuk memperluas jangkauan serta branding perusahaan dan brand tertentu. 

Sebelum mengaplikasikannya, tahukah kamu apa itu LinkedIn ads?

Apa saja jenis iklan yang media sosial ini publikasikan?

Bagaimana cara membuat iklan di LinkedIn?

Berikut adalah penjelasan lengkapnya, yuk simak di bawah ini! 


Pengertian LinkedIn Ads

LinkedIn ads merupakan fitur alat pemasaran berbayar melalui media sosial LinkedIn.

Ada beberapa macam kampanye iklan yang disediakan dan masing-masing jenisnya memiliki fungsi serta kelebihan yang berbeda-beda. 

Setiap pengguna media sosial berwarna biru ini memiliki hak untuk menggunakan iklan.

Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dalam menggunakan iklan di platform ini, terutama untuk meningkatkan kesadaran brand dari perusahaan tertentu. 

Kamu juga bisa melibatkan setiap audiens untuk mendapatkan akses dalam menjangkau brand, hingga menaikkan penjualan produk.

Selain itu, kamu bisa membuat audiens mengunjungi website brand dan lebih tertarik akan produk yang kamu tawarkan. 


Jenis LinkedIn Ads

Adapun jenis-jenis iklan yang dapat kamu gunakan selama menggunakan media sosial ini ada delapan.

Setiap jenis iklan yang disediakan memiliki kelebihan masing-masing. 

Yang harus kamu ketahui adalah kebutuhan yang kamu inginkan.

Kamu bisa memilih jenis yang paling sesuai, yuk pelajari jenis LinkedIn ads di bawah ini!

1. Single Image Ads

Jenis yang pertama adalah single image ads.

Ia merupakan iklan yang berisi satu gambar atau lebih sering disebut dengan konten yang bersponsor.

Kamu bisa menemukan iklan jenis ini di beranda setiap pengguna. 

Iklan jenis single image ini memiliki engagement yang tinggi karena tidak banyak yang sadar bahwa ia adalah iklan yang berkamuflase.

Kamu bisa membedakannya dengan unggahan reguler dengan cara mencari tanda Promoted di bawah gambar yang muncul. 

2. Video Ads

Jenis yang kedua berbentuk video.

LinkedIn ads satu ini adalah iklan paling tepat yang dapat menarik perhatian para pengguna sambil menikmati unggahan di beranda. 

Selain itu, iklan ini akan menjadi maksimal untuk menampilkan cerita tentang pengalaman seseorang, launching produk baru, dan mengenalkan kultur sebuah perusahaan. 

Baca Juga:   Cara Membuat Akun Instagram dengan Cepat dan Mudah

3. Carousel Ads

Jenis yang ketiga adalah iklan berbentuk carousel.

Ia merupakan iklan yang paling sering digunakan untuk memperkenalkan brand, memamerkan produk, dan menyebarkan pengetahuan tertentu.

Kamu bisa menemukan iklan ini dengan bentuk gambar atau unggahan yang berisi dua sampai sepuluh gambar sekaligus.

Isi yang disampaikan harus menarik sehingga dapat membuat pembaca merasa perlu membaca iklan yang kamu sampaikan.

Semakin menarik, semakin pembaca memiliki keinginan tahu iklan sampai akhir. 

4. Event Ads

LinkedIn ads yang keempat berbentuk iklan event.

Ia biasanya muncul di beranda pengguna dan berisi semua informasi terkait event yang akan diadakan.

Termasuk tanggal, waktu, lokasi, dan topik dari event tersebut.

Kamu akan sering menjumpai iklan dengan bentuk ini sebagai promosi akan event dari brand-brand tertentu. 

5. Message Ads

Di jenis yang kelima ada iklan yang berbentuk pesan.

Kamu bisa menemukan iklan dengan bentuk ini di bagian kotak masuk.

Biasanya brand akan mengirim pesan yang mereka ingin khusus untuk target audiens masing-masing. 

Selain itu, ada ajakan one call-to-action yang dapat berguna untuk menjangkau audiens tertentu dengan cara yang unik. 

6. Conversation Ads

Tipe LinkedIn ads yang keenam adalah iklan percakapan yang dikirim secara langsung di dalam kotak pesan pengguna.

Untuk iklan jenis ini kamu akan menjumpai respons otomatis sehingga brand tidak perlu membalas setiap pesan satu persatu. 

Setiap pengguna yang mendapatkan iklan jenis ini bisa memilih respons mana yang mereka inginkan sehingga mereka mendapatkan jawaban yang sesuai dengan cepat.

Sebagai tambahan, iklan percakapan ini bisa menjadi alternatif untuk berinteraksi dengan audiens.

Kamu juga bisa memanfaatkan iklan jenis ini untuk memasarkan produk, menunjukkan pelayanan yang baik, mengatur engagement, hingga mendapatkan peringkat dan pelanggan baru.

Semakin banyak iklan percakapan yang kamu kirim, semakin luas pula audiense yang kamu capai.

7. Text Ads

Seperti namanya, iklan nomor tujuh merupakan teks biasa.

Kamu bisa menjumpainya di bagian kanan media sosial ini atau di bagian atas feed beranda.

Iklan teks adalah jenis iklan yang paling sederhana dan tidak memiliki visual yang menarik. 

Namun ia merupakan iklan dengan anggaran yang cukup ramah kantong dan sesuai bagi mereka yang baru merintis bisnis.

Iklan ini juga berguna untuk meningkatkan kesadaran merek dan menjangkau audiens secara luas. 

8. Spotlight Ads

Tipe yang terakhir merupakan iklan berbentuk spotlight.

Iklan jenis ini bisa kamu jumpai di bagian kolom kanan feed beranda LinkedIn.

Ada ekstrak otomatis yang berjalan sehingga ketika kamu mengklik gambar pengguna, akan ada iklan yang muncul setelahnya. 

Iklan tersebut akan langsung membawa pengguna menuju website sedang sedang diiklankan.

Iklan spotlight akan sangat cocok bagi kamu yang ingin membuka lowongan kerja atau bahkan menambah traffic dan engagement yang bagus untuk profil dan website secara bersamaan. 

Baca Juga:   9 Alat YouTuber yang Wajib Kamu Miliki Sebagai Pemula

Cara Mengaplikasikan LinkedIn Ads

Setelah mengetahui apa saja jenis iklan yang ada di LinkedIn, kamu bisa menentukan iklan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Tidak perlu mengaplikasikan semua iklan sekaligus, pilihlah yang paling cocok agar dapat memaksimalkan iklan tersebut. 

Namun setelah mempelajarinya, tahukah kamu bagaimana cara mengaplikasikan LinkedIn ads ini?

Apabila kamu ingin menjalankannya, yuk pelajari tutorialnya di bawah ini!

1. Membuat Akun Campaign Manager

(Sumber: Youtube)

Setiap akun di media sosial ini membutuhkan akun di Campaign Manager.

Ia adalah akun yang berguna untuk mengatur segala keperluan untuk menjalankan iklan di LinkedIn.

Keperluan tersebut meliputi pembuatan akun iklan, menjalankan kampanye atau iklan yang berlaku, hingga mengelola budget untuk iklan.

Oleh karena itu, kamu harus membuat akun Campaign Manager terlebih dahulu.

Apabila kamu telah memiliki akun tersebut, maka lanjutkan ke langkah yang kedua. 

2. Memilih Ad Objective

Setelah memiliki akun di Campaign Manager, langkah kedua adalah memilih LinkedIn ads Objective.

Ia berguna untuk memutuskan tujuan dari iklan yang kamu buat sekaligus memilih tindakan apa yang akan diperbuat oleh pengguna setelah melihat iklan milikmu. 

Seperti yang tertera pada gambar di atas ada tiga macam tujuan dari objective yang LinkedIn sediakan.

Mereka adalah awareness (kesadaran), consideration (pertimbangan), dan conversions (konversi).

Kamu bisa menyaring tujuan yang diinginkan sehingga iklan yang kamu rencanakan lebih maksimal. 

3. Menentukan Target Audiens

Langkah ketiga dalam menjalankan LinkedIn ads adalah menentukan target audiens yang kamu inginkan.

Dalam menentukannya, kamu harus mengisi beberapa kolom mengenai target audiens.

Seperti lokasi, jabatan yang kamu ingin, industri apa, dan bakat pribadi maupun profesional.

Apabila ini kali pertama, maka bidiklah tiga target secara bersamaan.

Ia akan menjadi penentu apakah iklan pertama yang kamu luncurkan sudah tepat atau justru perlu riset yang lebih dalam.

Namun apabila kamu sudah melakukan riset yang dalam dan hasilnya pun tepat, tambahkan target baru sehingga iklan lebih maksimal.  

4. Memilih Jenis LinkedIn Ads

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, LinkedIn ads memiliki banyak macam.

Ada delapan jenis yang harus kamu pilih dan jangan sampai salah memilih jenis iklan.

Perhatikan tujuan yang kamu inginkan, di bagian mana kamu ingin iklan maksimal, dan iklan seperti apa yang ingin kamu tunjukkan kepada audiens. 

5. Menentukan Budget Ad

Setelah menentukan jenis iklan mana yang akan kamu gunakan, langkah keenam adalah menentukan budget atau anggaran iklan.

Langkah ini cukup riskan sebab disinilah kamu harus mempertimbangkan anggaran dan target audiens yang sudah kamu tentukan.

Campaign Manager akan memberikan beberapa pilihan anggaran, namun kamu bisa mengubahnya sewaktu-waktu.

Media sosial satu ini juga akan mempertimbangkan jumlah persaingan dari target audiens yang sudah kamu pilih. 

Baca Juga:   Apa itu Key Opinion Leader (KOL) dan Perbedaannya dengan Influencer?

Apabila target audiens yang kamu ingin lebih tinggi, maka kamu harus menyiapkan anggaran yang lebih banyak. 

6. Memilih Waktu Launching Ads

Setelah menyelesaikan administrasi untuk persiapan iklan, langkah selanjutnya adalah menentukan waktu untuk perilisan iklan.

Kamu bisa menentukan berapa lama waktu iklan akan berjalan, LinkedIn akan menyiapkan beberapa pilihan periode yang bisa kamu pertimbangkan.

Selain itu, apabila kamu ingin melakukan perilisan iklan secara bertahap atau terus-menerus, kamu tinggal melakukan kustomisasi.

Pilihlah tanggal awal dimana iklan akan dirilis dan tanggal akhir dimana iklan akan diberhentikan secara otomatis.

7. Mengunggah Visual Iklan dan Melengkapi Pembayaran

Langkah terakhir adalah mengunggah visual dari iklan yang kamu inginkan.

Apabila visual telah terunggah, kamu bisa memeriksa pratinjau iklan secara berkala melalui Campaign Manager.

Pastikan iklan terlihat sama seperti yang kamu inginkan.

Apabila ada hal yang kurang sesuai, kamu bisa menyuntingnya sebelum iklan dirilis.

Setelah memastikan semua unsur iklan akan tampak seperti yang kamu inginkan, langkah selanjutnya adalah melengkapi pembayaran.

Masukkan informasi pembayaran yang telah kamu lakukan agar LinkedIn dapat memproses dan pembayaran akan terverifikasi.

Apabila tidak ada kendala, maka iklan yang kamu buat akan segera diproses dan kamu bisa memeriksanya secara berkala melalui media sosial satu ini.

Kamu juga harus memeriksa matriks diagram melalui Campaign Manager untuk memastikan iklan telah berjalan sesuai dan maksimal.  

Yuk, Pakai LinkedIn Ads!

Pemasaran digital adalah salah satu metode terbaik yang dapat memaksimalkan penjualan hingga meningkatkan kesadaran merek.

Kamu bisa memanfaatkannya melalui media sosial seperti LinkedIn.

Media sosial satu ini terkenal karena banyak pekerja yang melakukan self-branding di dalamnya.

Namun jangan salah, ia bahkan memiliki delapan macam iklan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

LinkedIn ads akan memberimu banyak manfaat untuk menaikkan engagement hingga menambah traffic di website milikmu.

Jadi, tunggu apalagi yuk pakai LinkedIn ads!


Temukan inspirasi lainnya tentang linkedin influencer, social media influencer, dan sebagainya hanya di influencer101.id

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password