IG Ads vs Endorse, Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnis?

IG Ads vs Endorse, Mana yang Lebih Efektif

Bagi seorang pebisnis online, penggunaan social media marketing terbukti mampu membantu meningkatkan penjualan. Tidak jarang perusahaan yang memakai strategi pemasaran seperti IG ads dan endorse. Jika menilik lebih dalam lagi, manakah yang sebenarnya lebih efektif antara IG ads vs endorse?

Mengenal IG Ads

Instagram menghadirkan sebuah fitur iklan bernama IG ads sebagai sarana bagi para pelaku bisnis untuk mengiklankan produk atau jasanya. Fitur ini rilis pada 30 September 2015 dan terus meramaikan iklan sosial media di berbagai negara.

Apalagi, jumlah pengguna aktif Instagram di Indonesia menembus angka 91,01 juta pengguna pada Oktober 2021 menurut laporan Napoleon Cat. Dengan jumlah pengguna yang begitu banyak, kamu bisa memanfaatkan IG ads sebagai strategi pemasaran produk-mu.

Namun, sebelum itu kamu perlu tahu apa saja kelebihan dan kekurangan IG ads dari jasa layanan iklan lainnya. Berikut ini beberapa poin yang perlu kamu ketahui.

Kelebihan Instagram Ads

Berikut adalah beberapa kelebihan Instagram Ads yang perlu kamu tahu:

1. Beragam Jenis Iklan

IG ads menawarkan beberapa jenis iklan yang bisa kamu gunakan. Yang pertama ada image ads, dimana kamu bisa menggunakan gambar untuk menampilkan produk. Lalu, ada video ads yang memungkinkan kamu untuk mengunggah iklan dalam bentuk video.

Selanjutnya, jenis iklan carousel yaitu gabungan foto atau video sebanyak 3-5 buah sehingga membentuk slideshow. Pada dasarnya, kamu bisa memilih untuk mengunggah foto saja, video saja, maupun keduanya.

Jenis iklan yang terakhir yaitu Instagram stories ads yang bisa menampilkan iklan foto atau video pada fitur story. Sayangnya, jenis iklan ini hanya bisa mengakomodir satu video saja. Jadi, pastikan kamu memilih video terbaik produk agar konsumen tertarik.

2. Bantu Tingkatkan Brand Awareness

Uniknya, Instagram memberikan beberapa opsi mengenai tujuanmu membuat iklan. Salah satunya yaitu untuk meningkatkan brand awareness. Instagram bahkan menerangkan bahwa fitur iklannya berhasil meningkatkan awareness masyarakat hingga 97% terhadap suatu merek.

Meningkatkan brand awareness kepada para pengguna Instagram sangat penting supaya produk lebih dikenal oleh khalayak ramai. Apalagi jika produk itu orisinil, unik, dan memiliki ciri khas. Mereka tentu akan dengan mudah mengenal dan mengingat produk tersebut.

3. Target Konsumen Lebih Spesifik

Ketika kamu mendaftar fitur IG ads, kamu perlu mengisi identitas target konsumen seperti jenis kelamin, umur, lokasi demografi, hingga hobi mereka. Nantinya, Instagram akan menggunakan data ini untuk membantumu menemukan audiens yang sesuai dengan karakteristik tersebut.

Menargetkan konsumen dengan kriteria tertentu membuat iklan lebih efektif dan efisien. Pasalnya, potensi konsumen tersebut membeli produk pasti besar. 

Baca Juga: 5 Instagram Metrics untuk Mengukur Performa Bisnismu

4. Meningkatkan Potensi Penjualan

Keunggulan selanjutnya yaitu kamu bisa meningkatkan potensi penjualan produk. Apalagi jika iklanmu dilihat oleh audiens yang sesuai dengan kriteria. Audiens seperti ini biasanya memang tertarik pada jenis produk yang kamu jual, atau mungkin saja mereka sedang mencari produk tersebut dan kebetulan melihat iklanmu.

Baca Juga:   Cara Download Video dari YouTube dengan Mudah, Tanpa Ribet!

Namun, bukan berarti audiens yang tidak sesuai kriteria tidak bisa menjadi pelanggan. Justru dengan kamu mengenalkan produk-mu secara konsisten bisa meningkatkan minat dan ketertarikan mereka. Sehingga potensi penjualan produk tersebut juga akan naik.

5. Bantu Tingkatkan Engagement dengan Konsumen

Instagram memberikan fitur komentar, follow, hingga unduh aplikasi untuk meningkatkan engagement bagi penggunanya. Fitur ini juga tersedia pada layanan IG ads untuk tingkatkan engagement produsen dan konsumen.

Membangun engagement atau hubungan yang baik dengan konsumen menjadi strategi marketing yang perlu kamu dalami lagi. Pasalnya, semakin baik engagement terbentuk, semakin baik pula citra produk-mu di mata konsumen.

6. Visibilitas yang Tinggi

Saat ini menemukan segala jenis produk dan jasa sangat mudah di Instagram. Artinya, Instagram memiliki keunggulan yaitu visibilitas yang tinggi dimana produk bisa dengan mudah ditemukan. Apalagi dengan naiknya penggunaan tren hastag.

Hastag memudahkan produsen dan konsumen untuk mencari sebuah produk dengan cara mengetik tanda pagar, lalu diikuti kata yang sesuai dengan produk misalnya #essentialoil.

Selain itu, konsumen juga biasanya mencari produk pada fitur explore atau FYP. Inilah pentingnya untuk kamu memaksimalkan SEO di Instagram dengan cara memasukkan keyword di nama akun dan bio Instagram. Penempatan keyword ini berperan penting supaya akun-mu bisa muncul di daftar teratas.

7. Bantu Tingkatkan Traffic Website

Instagram melengkapi IG ads dengan fitur button call to action seperti “Shop Now” yang akan muncul di halaman akun Instagram-mu. Karenanya, ketika kamu mendaftar IG ads, kamu perlu mengisi link yang nantinya akan mengarah ke website-mu.

Praktisnya, konsumen hanya tinggal klik tombol “Shop Now”, lalu secara otomatis akan berkunjung ke website tersebut. Dengan begitu traffic website-mu akan naik secara otomatis.

Kekurangan IG Ads

Meskipun Instagram memiliki banyak keunggulan dalam layanan jasa iklannya, bukan berarti ia tidak memiliki kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan IG Ads yang perlu kamu pertimbangkan sebelum beriklan dengan IG Ads.

1. Harus Rajin Posting

Postingan di Instagram memang bergerak dengan sangat cepat dan dinamis. Jika jarang mengunggah postingan baru, bisa-bisa postinganmu yang lama akan tertimbun oleh postingan akun lain yang lebih update

Oleh sebab itu, kamu perlu membuat planning ide postingan serta tanggal pengunggahannya. Dengan begitu akun-mu tetap selalu update dan berpotensi muncul di halaman explore atau FYP.

2. Rawan Spamming

Spamming terkadang memang menjengkelkan. Bahkan, jenis teks seperti ini kerap muncul di kolom komentar Instagram ads. Hal seperti ini lebih sering muncul pada akun publik ketimbang akun pribadi (private account).

Jika kamu ingin menghilangkan intensitas pesan spam di kolom komentar maupun direct messages (DM), kamu bisa mengubah status akun-mu menjadi privat di fitur setting. Namun, konsekuensi dari akun bisnis yang di privasi adalah konsumen biasanya enggan mengikuti akun tersebut lantaran harus menunggu persetujuan following terlebih dahulu.

3. Kurang Praktis untuk Jual Beli

Instagram memang tidak merancang aplikasinya untuk jual beli secara langsung di dalam aplikasi. Pun tidak adanya fitur pembayaran membuat IG ads semakin lemah ketimbang jasa layanan iklan lainnya. Meski begitu, kamu tetap bisa memasukkan beberapa produk ke daftar wishlist-mu.

Lalu, bagaimana IG ads mengakomodasi konsumen yang ingin berbelanja? Pada prakteknya, IG ads akan mengarahkan konsumen ke website perusahaan-mu dengan klik “Shop Now”. Selain itu, mereka juga bisa menghubungi melalui kontak yang biasanya tertera di bio Instagram-mu seperti nomor WhatsApp, LINE, hingga akun di e-commerce.

Mengenal Endorse

Endorse atau endorsement merupakan suatu cara promosi menggunakan jasa public figure untuk mengenalkan dan memasarkan produk ke publik. Kamu tentu sudah sangat familiar dengan tren endorse yang kian gencar di berbagai sosial media, utamanya di Instagram.

Baca Juga:   Cara Meningkatkan Traffic Website dari Instagram dengan Cepat

Promosi menggunakan endorse bisa jadi pilihan untuk kamu yang enggan menggunakan IG ads atau layanan iklan aplikasi lainnya. Namun, ada baiknya kamu mempertimbangkannya dengan melihat kelebihan dan kekurangan endorse sebagai berikut.

Kelebihan Endorse

Berikut adalah beberapa kelebihan menggunakan endorse di Instagram:

1. Bentuk Endorse Bervariasi

IG Ads vs endorse nampaknya tidak memiliki perbedaan yang mencolok terkait bentuk layanan iklannya. Endorse juga menawarkan beberapa bentuk jasa iklan misalnya foto, video, story, hingga tayangan live.

Foto dan video endorse di Instagram biasanya memuat info produk secara singkat. Sedangkan story dan tayangan live bisa menjelaskan produk secara lebih detail.

Sementara itu, tarif endorse juga berbeda-beda tergantung jenis postingan mana yang akan kamu pilih. Postingan yang nantinya terunggah di feed Instagram tentu harganya lebih tinggi karena produk tersebut tidak akan dihapus. Sementara postingan pada story biasanya lebih terjangkau lantaran akan terhapus secara otomatis setelah 24 jam.

2. Tingkatkan Penjualan dengan Cepat

Sama halnya dengan IG Ads, endorse juga bisa membantumu meningkatkan penjualan produk. Mengapa demikian? Ini karena public figure atau selebgram yang melakukan promosi sudah memiliki audiens yang minat terhadap produk tertentu.

Misalnya, kamu memiliki produk kecantikan, kemudian menggunakan jasa endorse tokoh A yang terkenal dengan pengetahuannya tentang skincare. Followers tokoh A tentu memiliki ketertarikan di bidang skincare. Sehingga, ketika tokoh A mempromosikan produk-mu, banyak konsumen yang berpotensi membeli produk-mu karena audiens sudah sesuai target.

Baca Juga: Seberapa Besar Pengaruh Endorsement Selebgram Terhadap Minat Pembelian?

3. Banyak Public Figure dan Selebgram

Banyak public figure dan selebgram yang membagikan beragam informasi di Instagram. Tak sedikit pula di antara mereka yang memiliki jumlah followers hingga ratusan ribu, bahkan jutaan.

Jika kamu berminat menggunakan jasa endorse, kamu bisa memilih public figure maupun selebgram yang sekiranya cocok dengan karakter produk-mu. Inilah titik pembeda IG Ads vs Endorse dimana kamu memiliki opsi siapa yang akan melakukan promosi.

Meskipun Instagram terkenal sebagai media sosial yang bercitra santai, pada kenyataannya para public figure dan selebgram mampu melakukan promosi secara profesional. Bahkan, sudah banyak bisnis yang mencoba strategi iklan yang satu ini dan sukses mendulang rupiah dalam waktu singkat.

4. Engagement Lebih Baik

Peran public figure dan selebgram dalam menjalin komunikasi dengan followersnya sangat krusial. Terlebih lagi jika tujuannya untuk endorse. Pasalnya, engagement ini nantinya berpengaruh terhadap rate card tiap influencer.

Rate card merupakan patokan harga yang ditetapkan seorang influencer untuk sekali endorse. Perlu kamu ketahui, faktor yang mempengaruhi naik turunnya rate card adalah jumlah followers dan intensitas interaksi dengan followers.

Jika jumlah followers tinggi tapi keaktifan interaksinya rendah, maka rate card-nya akan rendah. Sementara, jika jumlah followers-nya tidak terlalu banyak namun interaksinya tinggi, bisa jadi rate card-nya juga tinggi. Jadi, yang terpenting dalam endorsement adalah interaksi influencer dengan followers-nya.

5. Konsumen Lebih Mudah Memahami Produk

Public figure dan selebgram tidak segan-segan membuat video promosi berdurasi lama, baik itu secara hard selling maupun soft selling. Mereka biasanya akan menjelaskan produk tersebut dengan rinci sehingga konsumen lebih mudah memahami produk secara keseluruhan.

Terlebih lagi jika mereka melakukan endorse melalui IG TV atau IG live yang memungkinkan followers memberikan pertanyaan secara langsung. Dengan begitu tercipta komunikasi dua arah yang baik.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan IG Ads jika kita bicara tentang IG Ads vs endorse, dimana konsumen tidak bisa memberikan pertanyaan secara live. Konsumen memang bisa melontarkan pertanyaan di kolom komentar, namun respon yang diberikan tentu tidak akan secepat jika melalui IG TV atau IG live.

Baca Juga:   Mengenal Apa Itu Social Media Specialist, Tugas, dan Gajinya

Kekurangan Endorse

Setelah membahas beberapa kelebihan endorse di atas, kamu juga perlu melihat kekurangan endorse yang mungkin jadi perhatianmu sebagai berikut.

1. Biaya yang Tidak Menentu

Rate card tiap influencer tentunya berbeda-beda, jadi kamu perlu mempersiapkan budget khusus untuk ini. Yang perlu jadi perhatian-mu adalah tarif yang tinggi belum tentu menjamin produk-mu langsung laris di pasaran, begitu pula sebaliknya.

Oleh sebab itu, kamu juga perlu membangun branding image yang baik melalui akun bisnismu. Sehingga ketika endorse tersebut sudah tersebar luas, konsumen yang berkunjung ke akun bisnismu juga merasa tertarik akan visualisasi yang apik.

Dalam hal budgeting, kamu juga perlu memperhatikan anggaran yang sudah kamu siapkan dengan rate card influencer yang kamu pilih. Jangan sampai kamu mengeluarkan biaya melebihi anggaran hingga harus mengambil budget dari divisi lain seperti produksi.

2. Harus Bisa Memilih Influencer yang Cocok

Banyaknya influencer pada suatu bidang yang mereka geluti sebenarnya bisa menjadi poin plus bagi para pelaku bisnis. Artinya, mereka bisa mencari influencer yang paling sesuai dengan kriteria.

Namun, hal ini juga bisa menjadi bumerang bagi kamu jika tidak jeli dalam memilih influencer yang tepat. Kamu perlu riset nama-nama influencer yang memiliki citra baik. Selanjutnya, pastikan kamu menyampaikan tujuan dan keinginan endorse ini kepada mereka sejelas-jelasnya.

Jika mereka setuju dengan semua persyaratan dari kamu, jasa endorse sudah bisa dilakukan. Tapi jika mereka menolak, kamu harus mencari lagi influencer lain yang kadang bisa memakan waktu.

3. Influencer Merepresentasikan Produk 

Tiap IG influencer pada dasarnya memiliki citra-nya masing-masing. Inilah yang perlu kamu perhatikan ketika memilih influencer untuk endorse produk-mu. Sebab, pada dasarnya influencer merepresentasikan produk yang dipromosikan.

Influencer dengan citra baik tentu akan memberikan nilai baik pula pada suatu produk. Followers-nya tentu bisa menebak bahwa produk atau jasa yang ia tawarkan berkualitas bagus, sudah terdaftar secara resmi, serta tidak memberikan efek samping yang berbahaya apabila digunakan.

4. Tidak Bisa Memilih Target Konsumen

Audiens jasa endorse memang bersifat umum, tidak seperti IG Ads dimana kamu bisa menyortir audiens sesuai keinginanmu. Padahal, hal ini bisa sangat berpengaruh terhadap output endorse nantinya, misalnya apakah banyak konsumen yang akan membeli produk tersebut atau tidak.

Untuk menyiasatinya kamu perlu berkolaborasi dengan influencer yang memiliki jumlah followers banyak. Jadi, ketika produk-mu tidak cocok dengan konsumen grup A, masih ada konsumen grup B yang berpotensi membeli produk-mu.

IG Ads vs Endorse, Mana yang Lebih Efektif?

Pada dasarnya, kedua jasa layanan iklan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kamu hanya perlu menganalisis mana yang sesuai dengan tujuanmu.

Jika produk-mu masih baru, kamu mungkin perlu meningkatkan brand awareness kepada masyarakat terlebih dahulu. Lalu, kamu juga harus meningkatkan visualisasi akun bisnis Instagram-mu supaya lebih menarik dan rapi. Untuk itu, sebaiknya kamu gunakan IG Ads yang bisa membantu mencapai tujuan ini.

Sementara, jika bisnismu sudah berjalan cukup lama dan kamu ingin menjangkau pasar yang lebih luas, kamu bisa mencoba jasa endorse. Melalui endorse, audiens yang semula tidak mengetahui produk-mu jadi tahu berkat mengikuti postingan influencer yang mereka ikuti.

Sebenarnya, pemilihan jasa iklan seperti ini sangat tergantung kepada individu masing-masing. Kamu boleh saja menggunakan kedua jasa iklan tersebut jika budget-mu memadai dan konsisten menjalankan bisnismu.

Dapatkan insight baru seputar influencer, instagram influencer, hingga marketing influencer hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password