Apa itu Conversion Rate? Pengertian dan Cara Meningkatkannya

conversion rate adalah

Dalam melakukan marketing online kegiatan evaluasi merupakan hal yang penting dilakukan. Salah satu bentuk evaluasi ini yaitu dengan mengukur keberhasilan marketing ini. Adapun parameter yang digunakan untuk menghitung keberhasilan kampanye marketing online yaitu conversion rate.

Apa itu Conversion Rate?

Conversion rate berasal dari kata conversion dan rate. Definisi conversion yaitu suatu situasi dimana pengunjung website melakukan suatu hal yang dapat menguntungkan bisnis. Hal yang dimaksud diantaranya menjadi subscriber, membeli produk, dan sebagainya.

Nah dari pengertian conversion tersebut, maka conversion rate adalah persentase pengunjung website yang melakukan tindakan-tindakan yang menguntungkan pebisnis. Seperti total pengunjung yang melakukan pembelian atau kegiatan subscribe.


Cara Meningkatkan Conversion Rate

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana cara meningkatkan conversion rate ya? Nah untuk mencapai tingkat conversion rate sesuai target, Kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut.

1. Memanfaatkan Pop Up

Cara meningkatkan conversion rate adalah dengan memanfaatkan pop up. Bagaimana caranya?

Kamu bisa mengatur halaman website mu agar bisa menampilkan pop up yang potensial. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan plugin seperti OptionMonster agar bisa menghasilkan pop up yang menarik. Dengan plugin ini, kamu bisa memilih berbagai mesin pop up untuk setiap website mu.

Jika kamu ingin pemanfaatan pop up ini berhasil, sebaiknya kamu menggunakan dua jenis pop up di satu halaman website. Cara ini akan sangat bermanfaat untuk membandingkan mana pop up yang berhasil untuk meningkatkan Conversion rate mu dan tidak.

2. Buat CTA di blog dalam bentuk teks

CTA atau sering disebut dengan Call-to-Action merupakan salah satu cara terbaik dalam proses pengiklanan produk. Kamu bisa membuat CTA dalam berbagai bentuk, misalnya teks atau gambar. 

Namun tahukah kamu bahwa CTA berbentuk teks ternyata dapat menghasilkan nilai konversi yang lebih tinggi daripada gambar loh. Hal ini berdasarkan pada penelitian dari Hubspot.

Baca Juga:   8 Cara Menjadi Content Creator Sukses, Cocok Untuk Pemula!

Menurut uji coba dari Hubspot, 93% dari leadsnga berasal dari CTA yang berbentuk teks. Sedangkan untuk CTA bentuk lainnya hanya menyumbang 6 persen leads untuk bisnisnya.

3. Uji Coba Landing Page

Landing page merupakan salah satu elemen penting dalam menentukan tinggi tidaknya nilai konversi yang akan kamu dapatkan. Jadi uji coba landing page sangat penting untuk dilakukan jika kamu ingin meningkatkan conversion rate mu.

Sering dikatakan mirip dengan homepage, ternyata landing page memiliki Link yang lebih sedikit jika dibandingkan homepage. Link ini biasanya akan digunakan sebagai media bagi pengunjung untuk memutuskan pembelian, atau subscribe.

Seperti pop up, dalam pembuatan landing page, sebaiknya kamu juga membuat dua versi. Hal ini sangat berguna untuk membandingkan landing page mana yang bisa menghasilkan nilai konversi lebih tinggi. 

Sehingga kamu pun bisa memilih landing page terbaik untuk bisnismu. Menarik bukan?

4. Permudah Pengunjung

Selanjutnya untuk meningkatkan conversion rate adalah dengan mempermudah pengunjung terutama dalam menghubungi Customer service. Mengapa demikian?

Hal ini karena biasanya ada pembeli yang harus mengetahui informasi barang secara detail kemudian membeli barang tersebut. Maksudnya disini, meskipan kamu sudah mencantumkan harga dan spesifikasi barang di website. 

Itu belum cukup bagi para pembeli, jadi kamu juga perlu untuk mencantumkan customer service. Agar pembeli semakin yakin untuk membeli produknya. 

Kamu bisa menerapkan layanan CS ini pada website mu dengan menampilkan ikon chat bantuan atau sejenisnya. Untuk ikon chat kamu bisa letakkan di pojok kanan bawah, atas, tengah, atau manapun selama tidak mengurangi kesan menarik websitemu.

5. Promosi Melalui Chat Bantuan

Dalam kegiatan promosi, bisa jadi pengunjung website tidak menyadari website kamu sedang menjalankan promosi. Nah, kamu bisa memanfaatkan chat bantuan untuk menawarkan produkmu. Chat bantuan ini sangat bermanfaat untuk menyadarkan dan mengingatkan pembeli agar tidak ketinggalan promosi tersebut. 

6. Optimasi Artikel Blog Potensial

Jika kamu sudah memiliki banyak artikel di blog mu. Kamu sangat bisa menerapkan cara ini. 

Baca Juga:   Yuk, Ketahui Arti Buzzer dan Influencer! Apa Perbedaannya?

Dari beberapa artikel yang kamu miliki itu, pasti akan ada artikel yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai konversi yang tinggi. Jadi kamu tidak perlu menampilkan pop up di semua artikel, cukup tampilkan pop up pada artikel yang potensial saja.

Kamu bisa mulai mengidentifikasi artikel mana yang bisa mendatangkan trafik tinggi untuk websitemu. Untuk mengecek performa artikel di website mu, Kamu bisa memanfaatkan google analytics.

Nah, setelah kamu mengetahui artikel mana yang memiliki trafik tinggi, kamu bisa mulai mengoptimalkan artikel tersebut untuk kemudian bisa menghasilkan nilai konversi yang tinggi juga. Tidak hanya itu, sebaiknya kamu juga rajin untuk update konten di artikel kamu ya agar terus bisa menghasilkan nilai konversi yang tinggi.

7. Memberikan Bukti pada Pelanggan

Cara meningkatkan conversion rate selanjutnya adalah dengan memberikan bukti kepada pelanggan bahwa barang kamu layak untuk dibeli. Dalam hal ini kamu bisa menampilkan testimoni pelanggan yang sudah membeli produkmu pada bagian halaman website. 

Testimoni pelanggan ini sangat berguna untuk menarik pelanggan dan mendapatkan kepercayaan pelanggan mengenai produk kamu. Pelanggan tidak akan ragu lagi dalam membeli produkmu dan nilai konversi mu juga pastinya akan meningkat.

Tidak hanya itu, selain testimoni pelanggan kamu juga bisa mencantumkan studi kasus mengenai produkmu sebagai bentuk bukti pada pelanggan. Akan lebih bagus lagi jika kamu bisa memasukkan link terkait tempat review produkmu.

8. Lakukan Remarketing

Pada dasarnya sekeras apapun usaha yang kita lakukan untuk meningkatkan nilai konversi, kenyataannya akan lebih banyak pengunjung yang meninggalkan website kita tanpa melakukan apapun, seperti subscribe atau pun membeli produknya.

Bahkan menurut penelitian, rata-rata ideal nilai konversi hanya berkisar di angka 2 persen. Hal ini berarti dari 200 pengunjung yang datang, hanya 4 orang yang melakukan conversion. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Tenang saja, dalam hal ini kamu tidak perlu menyerah. Kamu bisa mencoba salah satu cara ini yaitu Remarketing

Remarketing merupakan suatu cara dengan menampilkan iklan langsung kepada orang-orang yang telah mengunjungi website. Artinya ketika pengunjung meninggalkan website mu, walaupun mereka tidak membeli produkmu. Setelah itu, mereka akan mulai melihat iklan-iklan bisnis di media sosial, maupun aplikasi lainnya yang mereka buka. 

Baca Juga:   Cara Memilih Influencer yang Tepat untuk Brand: 5 Poin Utama

Hal ini tentunya sangat berguna dalam mempertahankan buying intent atau keinginan membeli dari para pelanggan yang potensial. Remarking ini akan secara otomatis berjalan ketika kamu sudah memasang iklan di Instagram Ada, Facebook Ads, ataupun Google ada. Menarik bukan?


Cara Menghitung Conversion Rate

Dalam menghitung conversion rate, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan. 

  1. Bagi jumlah conversion dengan total jumlah pengunjung dalam satu bulan.
  2. Hasil pembagian tersebut kemudian dikali dengan 100%.
  3. Hasil akhir dari perkalian tersebut merupakan hasil nilai konversi dari website  Kamu.

Kurang lebih rumus untuk menghitung conversion rate sebagai berikut:

Conversion rate = (total conversion / total pengunjung) x 100%

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan contoh berikut:

Dalam bulan Januari 2022, website mu memiliki total conversion sebanyak 1000 conversion dari 20000 user. Oleh karena itu, jika berdasarkan pada rumus conversion rate maka hasilnya yaitu 1000 dibagi 20000 pengunjung kemudian dikali dengan 100%. Adapun hasil nilai konversi nya menjadi 5%. Sangat mudah bukan?

Kesimpulan

Conversion rate adalah salah satu parameter terbaik dalam menentukan keberhasilan dari marketing online yang kamu lakukan. Semakin banyak pengunjung yang melakukan conversion, maka semakin banyak juga kemungkinan keuntungan yang akan kamu dapatkan. 

Untuk mendapatkan conversion yang tinggi pun tidaklah mudah. Kamu harus melakukan berbagai langkah optimasi untuk memperoleh target conversion rate yang dapat memuaskan pelanggan. Mulai dari memanfaatkan pop up sampai melakukan Remarketing. 

Untuk mengetahui nilai dari Conversion Rate kamu bisa menghitungnya dengan membagi total conversion dengan total pengunjung. Kemudian dikalikan dengan 100% untuk mendapatkan persentase conversion rate. 

Meningkatkan conversion rate memang tidaklah mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Dengan delapan cara optimasi tersebut, semoga dapat sangat membantu dalam meningkatkan conversion rate bisnismu. Selamat mencoba dan semoga berhasil!


Dapatkan berbagai informasi seputar influencer, blogger influencer, influencer marketing, hingga social media influencer hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password