Call to Action Adalah: Ketahui Cara Membuatnya Agar Menarik Audiens!

call to action adalah

Apa itu call to action? Pertanyaan yang saat ini pasti sedang kamu pikirkan. Istilah ini memiliki keterkaitan dengan marketing. Sehingga hubungannya cukup erat dengan strategi pemasaran. Perlu kamu tahu bahwa call to action adalah istilah yang sebenarnya sudah ada sejak dulu. 

Hanya saja masuknya teknologi sedikit memberikan perubahan. Perubahan itu terletak pada cara penyampaian dan penggunaan media. 

Ketika teknologi belum secanggih sekarang menempatkan konten marketing masih menggunakan cara manual. Seperti menggunakan brosur, spanduk, pamflet, dan lain-lain. Percaya atau tidak, jika kamu ingin mempromosikan produk melalui social media harus mengetahui seluk beluk dari apa itu call to action.

Secara singkat, call to action adalah gambaran yang mendorong orang untuk melakukan transaksi. Dalam hal ini, pihak marketer mengharapkan adanya kalimat tersebut mampu membuat orang yang niat awalnya hanya membaca iklan berubah menjadi konsumen.

Untuk mengetahui lebih lanjut, cek ulasannya di sini!

Apa itu Call to Action?

Jika mengarah pada satu pertanyaan yakni apa itu call to action atau CTA, maka jawabannya berbeda-beda. Maka dari itu, kamu setidaknya harus memahami maknanya untuk bisa mengatur strategi yang baik dalam membuat CTA.

Secara umum call to action adalah suatu istilah yang digunakan dalam pemasaran dengan memanfaatkan konten berupa tombol, gambar, ataupun teks. Tujuannya adalah memancing pengunjung agar meninggalkan jejak atau membeli produk yang ditawarkan.

Seperti misalnya kamu adalah seorang influencer yang berniat memasarkan produk dari brand melalui media sosial maupun website. Nah, pada halaman pertama kamu harus membuat konten baik itu berupa kalimat ataupun langsung cara pemesanan yang diarahkan ke WA.

Inilah yang disebut dengan kata pancingan atau CTA. Meskipun nantinya pengunjung tidak melanjutkan proses untuk ke pembelian, setidaknya mereka tahu tujuan kamu membuat konten tersebut.

Singkatnya call to action adalah pancingan yang digunakan oleh marketer atau penjual untuk menarik perhatian orang. Umumnya tindakan ini menggunakan instruksi atau arahan dengan kata kerja seperti daftar, beli, follow, dan lain sebagainya.

Baca Juga:   Tips Membuat Artikel yang Menarik Cocok untuk Posting Blog!

Manfaat CTA

Pengertian dari apa itu call to action sudah kamu ketahui dengan jelas. Namun apa sih sebenarnya manfaat dari konten ini?. 

Jadi untuk situs web dan sosial media yang menggunakan CTA akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus. Seperti memberikan kesan profesional, memperoleh pembeli, hingga meningkatkan loyalitas pembeli.

Tak peduli seberapa bagus produk yang dijual, namun jika kamu paham bahwa call to action adalah kunci dari keberhasilan penjualan maka konsumen akan datang dengan sendirinya. Meskipun hanya sebuah kata, namun bisa mengubah pengunjung menjadi pembeli dalam sekali klik.

Apa Saja Jenis-Jenis CTA?

Mungkin kamu pernah melihat ada beberapa situs dan email yang menggunakan CTA. Lantas apakah kamu memperhatikan bagaimana cara pengelola tersebut membuatnya? Bagaimana modelnya dan apa saja isi kontennya?

Jika tidak bisa melihat spesifik dari CTA yang dibuat oleh mereka, kamu harus membaca penjelasan tentang jenis-jenis CTA  yang ada di bawah ini. Dengan begitu kamu akan bisa melihat perbedaannya

1. Lead Generation

Call to action adalah elemen yang sangat penting untuk menghasilkan leads dari website kamu. Leads sendiri merupakan sekelompok orang ataupun perusahaan yang memiliki ketertarikan terhadap apa yang kamu tawarkan.

Nantinya mereka yang menjadi target pasar akan menunjukkan jejak dengan memasukkan data seperti email, nomor telepon, dan lain sebagainya. Umumnya Lead Generation menjadi CTA ada di bagian paling menonjol. Entah itu di bagian depan website, kanan, kiri, atas, atau bahkan bawah.

2. Tombol “Baca Selengkapnya”

Perlu kamu tahu bahwa tombol CTA yang dibuat tidak harus seperti Lead Generation dengan harapan pengunjung mendaftarkan diri atau membeli produk. Ada pula salah satu jenis CTA seperti  tombol “Baca Selengkapnya”.

Tujuan memberikan tombol ini adalah mengajak pengunjung untuk menuju ke suatu halaman tertentu di blog ataupun website. Maka dari itu, saat kamu mencari artikel di suatu website tertentu pasti akan menemukan tombol yang satu ini.

3. Lead Nurturing

Lead Nurturing call to action adalah jenis tombol yang mengajak para pengunjung untuk meninggalkan data mereka di website kamu. Target dari CTA ini adalah orang-orang yang sudah menjadi pengunjung di website namun belum melakukan transaksi apapun.

Umumnya orang-orang yang membuat Lead Nurturing akan memberikan tawaran berupa tombol bertuliskan “Sign Up for Free Trial” barulah kemudian mengikatnya agar konsumen tertarik membeli produk. Agar mudah, ditemukan tombol harus diletakkan pada posisi yang efektif dan efisien.

Baca Juga:   Pahami Perbedaan Remarketing dan Retargeting Di Sini, Lengkap

4. Promosi Acara

Apa itu call to action promosi acara? Jenis CTA ini berguna untuk mempromosikan suatu acara yang akan diadakan oleh perusahaan. Contoh paling sederhananya adalah webinar ataupun bazar.

Tujuan membuat CTA promosi acara yakni untuk menarik perhatian pengunjung agar mengikuti acara tersebut. Biasanya penempatannya ada di area dashboard, halaman login, atas artikel, dan lain sebagainya.

5. Penawaran Produk dan Jasa

Seperti yang kamu tahu bahwa website dibuat untuk memperkenalkan produk yang ditawarkan kepada khalayak umum. Selain itu website dapat menjadi platform yang paling efektif untuk melakukan branding.

Nah, untuk itu jenis CTA yang akan dibahas terakhir adalah penawaran produk dan jasa. Ada beberapa ciri khusus yang bisa menjadi patokan agar kamu bisa membedakannya. Adapun ciri itu berupa tulisan Buy Now, Klik Disini, Daftarkan Diri, dan lain-lain.

Membuat tombol CTA ini membutuhkan konteks atau kata-kata copywriting yang menarik. Setidaknya mengandung beberapa kata yang mewakili produk dari perusahaan kamu. Jadi para pengunjung bisa memahami produk tersebut.

Selain itu, yang paling sulit dalam membuat penawaran produk dan jasa call to action adalah bagaimana kamu bisa menciptakan kalimat yang tepat dan menarik. Jadi ini kunci yang harus kamu kuasai adalah teknik copywriting.

Langkah Membuat CTA yang Menarik Bagi Audiens

Setelah membahas tentang pengertian dari CTA beserta jenis-jenisnya kamu pun harus memahami bagaimana cara membuat CTA yang paling efektif. Adapun berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

1. Perhatikan Penggunaan Kata Perintah

Agar para pengunjung bisa mengklik tombol CTA yang kamu buat, maka perhatikan penggunaan kata perintahnya. Pastikan bahwa kata yang digunakan pada call to action adalah sesuai dengan produk yang ditawarkan.

Misalnya saja Order Sekarang, Download, Masukkan ke Keranjang, Klik untuk Membeli, dan lain sebagainya. Selain menyesuaikan dengan produk, kata perintah tersebut juga harus selaras dengan tujuannya. Sehingga para pengunjung dapat mengetahui tujuan utama dari adanya tombol CTA yang kamu buat.

2. Perhatikan Ukuran Tombol dan Warnanya

Harus kamu tahu bahwa ukuran dan warna pada call to action adalah nilai estetika yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung website. Untuk itulah penting bagi kamu untuk memperhatikan keduanya agar seimbang dan kontras.

Baca Juga:   Cara Mengembangkan Akun IG dengan Pinterest, Mudah!

Gunakanlah ukuran tombol yang sesuai dengan panjang kalimat. Selain itu kombinasikan dengan warna yang sedikit menonjol. Misalnya saja warna terang seperti kuning, hijau, biru, dan lain sebagainya.

Jangan pula membuat tombol yang terlalu kecil karena hal tersebut dapat menyulitkan pengunjung untuk menemukan tombol. Jika kamu ingin membuat tombol CTA yang pas maka pelajari aturan khususnya melalui buku panduan.

3. Optimalkan Posisi dari CTA

Tips ketiga yang harus diperhatikan dalam membuat call to action adalah optimalkan posisi dari tombol tersebut. Selain memunculkan nilai estetika yang menarik, posisi ini akan menentukan apakah target berhasil melakukan apa yang kamu harapkan pada tombol tersebut atau tidak.

Coba bayangkan ketika kamu berharap pengunjung dikonversi menjadi pembeli namun tombol CTA-nya ditempatkan pada posisi terpencil dengan ukuran kecil. Jika seperti itu, apakah mereka akan mengklik tombol tersebut?

Jawabannya tentu tidak. Pembeli adalah raja maka mereka pasti menginginkan kemudahan baik dalam menemukan tombol CTA, pemesanan, hingga transaksi. Jadi jangan kecewakan pembeli hanya karena keteledoran kamu.

Sudah Paham Tentang CTA?

Call to action adalah pijakan pertama yang akan diambil oleh pembeli ketika tertarik terhadap suatu produk yang ditawarkan.

Oleh karena itu, kamu sangat disarankan untuk jeli ketika membuat tombol ini.

Meskipun bentuknya sangat sederhana namun tetap saja pengaruhnya begitu besar terhadap keputusan pembelian.


Temukan inspirasi lainnya seputar social media influencer, marketing influencer dan sebagainya hanya di influencer101.id

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password