Berapa Penghasilan Influencer Berdasarkan Jenisnya?

berapa penghasilan influencer

Salah satu jenis pekerjaan yang saat ini menjadi idaman bagi para millennials adalah menjadi Influencer. Kehidupan glamor dari para influencer membuat para anak muda mendambakan dan menginginkan pekerjaan serupa. Tapi berapa penghasilan influencer sebenarnya?

Saat ini sudah banyak social media yang bisa digunakan untuk meraup penghasilan. Diantaranya ada Facebook, Instagram, Youtube hingga Tiktok. Jika kamu tertarik untuk menjadi influencer. Yuk baca dulu berapa penghasilan influencer di social media berdasarkan jenisnya.


Perkiraan Pendapatan Influencer di Indonesia

Berbicara tentang tarif, kamu tidak bisa menyamaratakan setiap negara. Karena kebutuhan dan kebudayaan tertentu membuat tarif influencer menjadi beragam di tiap negara. Berikut ini tarif influencer di Indonesia;

1. Range Penghasilan Mega Influencer

Kategori paling tinggi adalah Mega Influencer. Atau sering juga disebut premium atau selebriti influencer. Karena memang biasanya orang-orang yang memiliki jumlah followers terbanyak adalah mereka yang sudah lebih dahulu menjadi selebriti.

Kategori mega sendiri diperuntukan bagi mereka yang memiliki jumlah followers lebih dari 1 juta. Indonesia sendiri memiliki salah satu contohnya misalnya Fadil Jaidi dan Raffi Ahmad. Mereka yang tergolong di kategori mega tentunya akan jauh lebih terkenal.

Hal ini membuat tarif mereka jauh lebih mahal dibandingkan yang lain. Misalnya Raffi Ahmad sendiri yang memiliki followers lebih dari 30 juta memasang tarif sebesar 22 juta rupiah. Sementara Fadil jaidi memasang tarif sekitar 11 juta rupiah untuk satu kali posting.

Baca juga: Mengenal Mega Influencer serta Kelebihan dan Kekurangannya

Baca Juga:   Apa Itu Engagement Rate Dalam Social Media, Influencer Wajib Tahu

2. Range Penghasilan Makro Influencer

Jenis yang kedua adalah makro influencer. Jenis ini yang paling banyak orangnnya. Mereka yang ada di jenis ini biasanya memiliki followers antara 100 ribu sampai 500 ribu. Banyak orang-orang maupun brand lebih memilih makro influencer untuk iklan ataupun kolaborasi.

Karena secara kualitas makro influencer biasanya lebih kreatif. Untuk makro influencer sendiri biasanya memasang tarif sekitar Rp 1 juta – Rp 5 juta. Salah satu orang yang tergolong makro influencer di Indonesia adalah Khalil Toktok.

Baca juga: Cara Melakukan Brief yang Benar untuk Influencer

3. Range Penghasilan Mikro Influencer

Mikro influencer adalah mereka yang memiliki jumlah followers di antara 1 ribu – 100 ribu. Mereka yang berada di jenis mikro biasanya memiliki niche atau ceruh yang lebih spesifik. Pembahasan mereka biasanya hanya sekitar 1 sampai 3 topik saja.

Misalnya @Mr.holy seorang pemilik restoran ternama di Indonesia dengan target pasar restorannya adalah anak muda. Karena ia menjadi influencer dengan tujuan untuk memajukan bisnisnya. Sehingga konten yang ia post lebih banyak membahas tentang anak muda dan tentang makanan.

Sehingga konten yang dia produksi biasanya tentang hal-hal viral seperti joget ataupun humor receh yang anak muda suka. Hal ini jadi efektif karena dengan ia menjadi influencer ia menaikan traffic orang-orang yang datang ke restorannya.

Selain itu ia juga bisa menghasilkan uang dari akun sosial medianya. Mikro influencer sendiri biasanya memasang tarif sekitar Rp 100 ribu – Rp 5 juta. Banyak brand juga memilih kategori mikro untuk dijadikan endorse atau kolaborasi.

Karena secara kualitas dan target pasar, brand bisa menghitung serta menganalisisnya dengan tepat. Sehingga biasanya tidak terlalu banyak endorse yang bisa diciptakan oleh mikro influencer. Biasanya endorse berdatangan dari orang-orang yang menjual produk yang kebetulan sama nichenya.

Baca Juga:   Apa itu Guest Post dan Manfaatnya untuk Blog Kamu?

Baca juga: Apa itu Personal Branding Beserta Contoh dan Manfaatnya

4. Range Penghasilan Nano Influencer

Jenis terakhir adalah nano influencer. Biasanya orang-orang ini tergolong sebagai pendatang baru. Jumlah pengikut mereka 500 – 1000 orang. Menariknya meskipun jumlah followers mereka sedikit. Nano influencer bisa menghasilkan engagement rate yang sangat tinggi.

Salah satu penyebabnya karena akun social media mereka tidak terlalu sibuk secara traffic. Sehingga mereka bisa lebih leluasa untuk berinteraksi dengan followers mereka. Tarif nano influencer sendiri beragam, mulai dari Rp 50 tibu – Rp 700 ribu.

Karena audiens mereka masih sedikit orang-orang tidak terlalu percaya untuk membayar mereka lebih mahal. Selain itu nano influencer juga paling sering mendapatkan tawaran kolaborasi atau menjadi pembicara untuk acara atau seminar kecil.

Karena biasanya mereka yang tergolong jenis ini masih sangat membuka diri untuk berkolaborasi atau menjadi pembicara dengan bayaran gratis. Ya bisa dibilang strategi ini tepat, nano influencer biasanya tidak berorientasi pada uang.

Mereka berorientasi pada exposure. Sehingga setiap brand yang berkolaborasi dengan mereka, harapannya bisa memberikan umpan balik entah itu terkenal atau saling bertukar followers.

Baca juga: Mengenal Nano Influencer serta Kelebihan dan Kekurangannya


Kesimpulan

Itulah kira-kira jenis influencer dan perkiraan penghasilan yang mereka dapatkan di social media. Namun kamu jangan kaget jika ada influencer yang memasang tarif lebih tinggi dari perkiraan. Biasanya untuk beberapa influencer mereka bisa memasang tarif tinggi karena kualitas konten dan followers mereka sangat bagus.

Misalnya Agung Hapsah yang memiliki jumlah followers hanya 600 ribu. Tapi tarif yang ia pasang setara dengan mereka yang berada pada kategori mega influencer. Hal ini terjadi karena konten yang Agung Hapsah buat memiliki engagement yang benar-benar tinggi.

Baca Juga:   Hashtag Adalah Strategi Terbaik Meningkatkan Branding, Berikut Tipsnya!

Bahkan menurut orang-orang Agung Hapsah satu-satunya influencer yang tidak terkekang dengan algoritma internet.


Dapatkan berbagai informasi terbaru seputar berita influencer dan influencer marketing hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password