Mengenal Nano Influencer Serta Kelebihan dan Kekurangannya

apa itu nano influncer

Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang menjadikan tokoh terkenal atau selebriti menjadi wajah dari sebuah merek. Strategi ini kian populer pada beberapa dekade akhir karena kemudahannya dengan hanya memanfaatkan platform online. Kalau kamu membutuhkan influencer dengan budget terbatas, kamu bisa memilih nano influencer.

Menurut Forbes, nano influencer menawarkan budget yang lebih rendah daripada jenis influencer lainnya. 

Meskipun harga yang mereka tawarkan memadai, potensinya untuk memperluas pemasaran produk bisnismu tetap besar. Terutama karena pengikutnya kebanyakan loyal sehingga apapun yang mereka rekomendasikan akan dianggap lebih asli.

Lalu, apa itu nano influencer? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak ulasannya di bawah ini!


Apa Itu Nano Influencer?

Istilah influencer sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Istilah influencer merujuk pada seseorang yang dapat memberikan pengaruh bagi masyarakat. Seorang blogger, youtuber, selebriti, atau tokoh penting pada suatu komunitas tertentu dapat disebut sebagai influencer.

Ada beberapa jenis influencer yaitu mega, macro, mikro, dan nano. Artikel ini akan membahas lebih detail mengenai nano influencer

Istilah nano berasal dari Bahasa Yunani yang berarti kecil atau pendek. Berdasarkan The New York Times, nano influencer adalah influencer yang memiliki kurang lebih 1.000 hingga 10.000 followers. 

Ukuran followersnya yang lebih kecil, pada umumnya membuat tingkat engagement mereka lebih tinggi daripada macro dan micro influencer. 

Oleh karena itu, mereka dapat kita kategorikan sebagai jenis influencer dengan pengikut terkecil namun engagement rate nya lebih tinggi karena kedekatan emosionalnya juga tinggi.

Hasil dari strategi pemasaran influencer sangat bergantung pada keahlian mereka dalam mempromosikan produkmu. 

Katakanlah sahabatmu merekomendasikan sebuah produk, kamu akan lebih mudah mempercayai mereka bukan? Kurang lebih seperti itulah cara kerja para nano influencer. 

Mereka melakukan interaksi dengan jumlah followers yang lebih sedikit, pesan yang mereka sampaikan pun akan jauh lebih mudah diterima. 

Bekerja sama dengan nano influencer dapat memberikan kesan autentik pada produk yang mereka promosikan, apa lagi dengan reputasinya yang lebih baik.

Baca juga: Berapa Penghasilan Influencer Berdasarkan Jenisnya?


Jenis Nano Influencer

  • Native Nano Influencer

Native nano influencer adalah seorang influencer yang memulai kariernya dari nol. Mereka memulai perjalanan kariernya melalui sosial media setelah bekerja keras dengan membagikan konten yang berkualitas dan membangun komunitasnya sendiri.

Dengan konsisten membagikan konten yang berkualitas, tak heran apabila pengikutnya menganggap dan mempercayainya sebagai influencer

  • Non-Native Nano Influencer

Jenis influencer yang satu ini cukup kontras dengan jenis native. Mereka adalah orang yang sudah cukup terkenal di komunitasnya lalu memasuki media sosial berkat kepopulerannya tersebut. 

Karena sudah terkenal sebelumnya, brand akan mempercayainya untuk mempromosikan produk mereka. Para brand yang bekerja sama yakin bahwa mereka dapat memasarkan produknya lebih luas.

Baca juga: Jenis-jenis Influencer Beserta Contohnya! Kamu Wajib Tahu! 


Kelebihan Nano Influencer

1. Nano Influencer Lebih Engage Dengan Audiens

Dengan interaksi yang lebih tinggi, nano influencer akan dengan mudah membangun keterikatannya dengan pengikutnya. Baik itu melalui konten yang mereka publish atau dengan interaksi seperti like, live dan membalas komentar.

Sebagai kelebihan nomor satu pada Social Media Today, nano influencer mampu membuat hubungan yang sangat erat dengan komunitasnya. 

Tak heran apabila jalinan ikatan tersebut mampu membuat pengikutnya menjadi potential customers produk yang mereka promosikan.

2. Memiliki Engagement Rate Lebih Tinggi

Menurut riset Planoly, jenis influencer yang satu ini memiliki engagement rate 7% lebih tinggi daripada jenis influencer lainnya. Mengingat bahwa mereka lebih engage dengan pengikutnya tak heran bila engagement rate-nya cukup tinggi.

Engagement rate sendiri adalah alat ukur keterlibatan followers dalam sebuah akun media sosial. Ukuran engagement rate adalah standar pemasaran dalam media sosial yang mana konten terunggah dapat kita lihat performanya. 

Selain itu, para influencer sendiri bisa menggunakan engagement rate sebagai suatu alat yang memahami keinginan audiens berdasarkan jumlah interaksi pada konten-konten tertentu.

3. Mudah dan Dapat Dipercaya Audiens

Interaksi nano influencer dengan pengikutnya yang lebih sedikit mampu membuat mereka menumbuhkan citra “teman” daripada “orang asing” bagi para pengikutnya. 

Dengan tumbuhnya citra tersebut, maka mereka akan jauh lebih mudah dipercaya oleh pengikutnya. Hal ini biasa dikenal sebagai efek Word-Of-Mouth yaitu promosi yang mereka lakukan dapat memberi pengaruh dari mulut ke mulut.

Selain itu, mereka memiliki kredibilitas yang cukup baik. Mayoritas jenis influencer ini memiliki fokus utama untuk membagikan konten berkualitas pada akunnya daripada mendapatkan profit. Maka daripada itu, pengikutnya akan melihat kontennya sebagai konten yang autentik.

Baca juga: Perbedaan Micro dan Macro Influencer: Kelebihan dan Kekurangannya

4. Dapat Memberikan Keunggulan yang Kompetitif

Nano influencer pada dasarnya bukanlah influencer besar dan profesional yang menjadikan sosial media sebagai pekerjaan utamanya. Namun, mereka lebih menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan. 

Oleh sebab itu, banyak dari mereka yang mempromosikan produk kamu hanya dengan imbalan produk saja melalui konten yang mereka produksi.

Mereka juga lebih mudah menyetujui persyaratan yang sudah ditetapkan oleh merek yang bekerja sama tanpa tuntutan atau persyaratan sendiri. 

Meskipun demikian, sesuai yang sudah kita jelaskan melalui engagement rate, mereka cukup berpengaruh untuk pengikutnya. Mereka mampu mendorong pengikutnya agar menjadi calon konsumen produk yang mereka promosikan.

Tak heran bila saat ini, banyak yang menggunakan jasa mereka untuk mendapat konsumen pada komunitas atau area tertentu. 

Terlebih lagi, jika kamu menggunakan jasa mereka pada opening ceremony maupun acara khusus brand kamu, dampak yang mereka hasilkan akan membuat pengikutnya semakin tertarik mengetahuinya.

5. Biaya Lebih Murah

Selain konten yang mereka produksi memiliki selling point, harga yang mereka tawarkan untuk bekerja sama pun tidak mahal. Bahkan beberapa dari mereka menerima imbalan produk untuk mempromosikan produk kamu.

Jika kamu mencari jasa influencer yang budget-nya tidak begitu besar dan sudah memiliki segmentasi tertentu, nano influencer adalah pilihan yang tepat untuk kamu! Dengan budget yang memadai mereka tetap memiliki potensi yang sangat bagus.

Baca juga: Mengenal Mega Influencer serta Kelebihan dan Kekurangannya


Kekurangan Nano Influencer

1. Memiliki Jangkauan yang Kurang Luas

Salah satu kekurangan nano influencer adalah jangkauannya yang kurang luas. Meskipun pengikut mereka adalah real followers, keterlibatan yang mereka hasilkan lebih rendah karena jumlahnya yang lebih sedikit.

Jumlah followers mereka yang lebih sedikit, mereka tidak dapat menjangkau banyak akun yang berdampak pada jumlah interaksi, likes, komen, maupun clicks. Jangkauan yang mereka hasilkan tidak seluas influencer dengan puluhan ribu hingga jutaan pengikut.

2. Memiliki Kemampuan Terbatas di Platform Sosial Media

Sebagai influencer dengan basic yang sudah niche atau khusus, mereka biasanya selalu berkutat pada tema konten yang sering mereka jalani. 

Kemampuan mereka dalam mempromosikan produk kurang lebih akan sesuai dengan tema yang sudah biasa mereka lakukan. 

Karena pada dasarnya mereka bukanlah influencer besar dan profesional yang menjadikan sosial media sebagai pekerjaan utamanya. Oleh karena itu, mereka seringkali dianggap memiliki kemampuan terbatas dalam sosial media daripada influencer lainnya.

3. Kurangnya Pengalaman Bekerja Bersama Brand

Mayoritas nano influencer lebih sering menggunakan platform pribadinya untuk mengulas hal-hal seperti akun biasa pada umumnya. 

Maka, banyak dari mereka yang tidak mendalami produk atau jasa yang sedang mereka promosikan. Kebanyakan hanya mencobanya sekali dan melakukan review.

Lain halnya dengan influencer lainnya, yang cenderung atau bahkan memang memahami produk tersebut. Karena masih terbilang baru, mereka tidak memiliki cukup banyak pengalaman bekerja sama dengan brand.

4. Mereka Mungkin Kurang Berpengalaman Membuat Konten Berkualitas

Seperti akun biasa, mereka mungkin kurang berpengalaman dalam membuat konten berkualitas layaknya influencer yang sudah profesional. Meskipun begitu, mereka akan tetap konsisten pada konten yang mereka produksi. 

Hanya saja, konten yang mereka hasilkan mungkin tidak seperti konten dari para influencer jenis lainnya karena memiliki sumber daya yang lebih sedikit.

Baca juga: Tips Sukses Menjalankan Influencer Marketing untuk Bisnis


Sudah Paham Apa Itu Nano Influencer?

Kini kita sudah sampai di penghujung artikel. Sebagai pengingat kembali, apa itu nano influencer? Mereka adalah influencer dengan jumlah pengikut sekitar 1.000 hingga 10.000. Mereka mampu memasarkan produk kamu dengan segmentasi sasaran yang cukup khusus. 

Bila kamu membutuhkan jangkauan calon konsumen yang khusus pada komunitas tertentu, kamu bisa memanfaatkan jasa nano influencer

Selain berpotensi memperluas pemasaran bisnis kamu, budget yang kamu butuhkan pun jauh lebih rendah daripada influencer lainnya. Kalau artikel ini bermanfaat, silahkan share ke kerabat terdekatmu ya!


Dapatkan berbagai informasi terbaru seputar berita influencer dan influencer marketing hanya di influencer101.id.

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password