Funnel Marketing: Pengertian dan Tips Melakukan Pemasarannya

Funnel Marketing Pengertian dan Tips Melakukan Pemasarannya

Setiap jenis usaha dan bisnis tentu memiliki cara pemasarannya sendiri-sendiri. Ada yang menerjunkan tim pemasaran ke lapangan, ada yang beriklan di internet, dan ada juga yang melakukan pameran-pameran produknya. Apakah kamu pernah mendengar yang namanya funnel marketing? Jika kamu penasaran terhadap metode pemasaran yang satu ini, silakan baca artikel berikut ini dengan seksama.

Apa Itu Funnel Marketing?

“Funnel” adalah kata dalam Bahasa Inggris yang artinya adalah corong. Fungsi corong adalah untuk menyaring sesuatu yang jumlahnya banyak agar yang objek yang keluar dari corong tersebut jumlahnya bisa diatur.

Begitu pula dengan istilah funnel marketing, yaitu sebuah kegiatan pemasaran yang berfungsi menyaring calon pembeli yang banyak. Dalam konsep pemasaran ini, dari sekian ribu calon pembeli yang kamu datangi, hanya sebagian saja yang akan tertarik untuk bertransaksi. 

Proses transaksi tak mungkin terjadi begitu saja, karena calon pembeli harus melalui sejumlah tahap. Tahapan-tahapan tersebut bermula dari kesadaran mereka atas merek yang kamu tawarkan, lalu mereka mencari-cari tahu, kemudian membeli, hingga memberikan komentar.

Melalui konsep tersebut, perusahaan akan mampu menganalisis siapa konsumen yang tertarik untuk menjadi pelanggan setia dan siapa yang tidak. Hasil analisis itu juga bisa kamu jadikan pedoman dalam melakukan pemasaran di kemudian hari.

Tahapan-Tahapan Funneling

Proses pemasaran via funneling mempunyai beberapa tahap yang menjabarkan perjalanan calon konsumen. Di bawah, ini, kamu akan mempelajari tahapan-tahapan perjalanan tersebut.

1. Sadar Merek (Awareness)

Tahap funnel marketing yang pertama ialah kesadaran calon konsumen terhadap perusahaan kamu dan merek-merek produknya. Fase ini boleh kamu sebut sebagai bagian atas corong, dimana ada banyak orang yang belum menentukan pilihannya. 

Ketika kamu memasarkan produk lewat beragam jenis konten, akan ada banyak orang yang datang melihat-lihat tawaran kamu. Hanya saja, para calon pembeli ini mungkin saja datang untuk sekadar melihat iklannya, bukan untuk membeli.

2. Ketertarikan Pembeli (Interest)

Pada fase funnel marketing berikutnya, kamu akan melihat siapa yang sepertinya tertarik untuk membeli produk. Dari ratusan, bahkan, ribuan, calon pembeli yang datang untuk melihat promosi kamu, hanya lusinan saja yang pilihannya sudah mantap. 

Baca Juga:   Tips Mengelola Budget Content Marketing Agar Lebih Efektif

Lusinan calon pembeli yang penasaran ini akan mencoba menghubungi kamu untuk bertanya soal produk-produk yang kamu jual. Ini saatnya kamu menjabarkan apa-apa yang bisnismu tawarkan serta fitur-fiturnya. Berilah penjelasan yang singkat namun padat dan mudah dipahami, jangan terlalu panjang atau terlalu pendek.

3. Menimbang-Nimbang Pilihan (Consideration)

Para calon pembeli, setelah mendapat penjelasan darimu, akan menimbang-nimbang pilihan mereka. Kamu tidak sendirian dalam berjualan; ada banyak pesaing di pasar-pasar yang menjual produk yang sama dengan perusahaan kamu. 

Kamu harus berusaha meyakinkan konsumen bahwa produk kamu lebih baik daripada produk pesaing. Misalnya begini; jika calon pembeli membeli produk lain, mereka hanya akan mendapat keuntungan A dan B saja. 

Produk perusahaan kamu mampu memberikan keuntungan A, B, dan C, sehingga produk kamu lebih baik untuk para pembeli.

4. Membeli Produk (Purchasing)

Jika calon pembeli sudah yakin akan pilihannya, maka selanjutnya mereka akan membeli produk kamu. Pada momen ini, kamu sebaiknya tetap memberikan pelayanan yang terbaik agar para konsumen merasa puas. 

Apabila perlu, kamu boleh memberikan hadiah berupa kupon / voucher belanja atau promosi “beli satu dapat satu gratis”. Bisa juga kamu berikan diskon khusus bagi para pembeli pertama.

5. Komentar Pembeli (Reviewing)

Dalam funnel marketing, apakah pekerjaan kamu selesai setelah konsumen membeli produk kamu? Belum, karena kamu wajib mengetahui reaksi para pembeli tersebut. 

Jika pembeli merasa bahagia setelah menggunakan produk kamu, maka boleh jadi kamu mendapatkan seorang pelanggan setia. Sebaliknya, jika pembeli merasa tidak senang, bahkan sampai melontarkan keluhan dan meminta uang kembali / refund, kamu wajib hati-hati. 

Jika pembeli melontarkan keluhan, kamu sebaiknya segera memberikan solusi-solusi kepada mereka demi menyelesaikan permasalahan secepatnya.

6. Pemberian Kepercayaan (Loyalty)

Konsumen yang merasa puas dan bahagia atas pelayanan kamu akan merasa yakin untuk terus membeli produk darimu. Pada momen ini, kamu dianjurkan untuk terus meningkatkan performa dan kualitas pelayanan terhadap si pelanggan setia. 

Bahkan jika memungkinkan, kamu bisa bercakap-cakap dengan pelanggan tersebut untuk tahu apa yang membuatnya setia terhadap merek pilihannya. Dari sini, kamu bisa membuat testimoni / review pelanggan pada situs bisnis kamu untuk bisa memikat lebih banyak calon pembeli.

7. Ajakan Bergabung (Invitation)

Tahap funnel marketing yang terakhir yaitu mengundang calon pembeli lain untuk ikut berlangganan. Bila seorang konsumen merasa puas terhadap produk kamu dan menjadi pelanggan setia, mereka akan menyebarkan ajakan bergabung pada calon pembeli lain. 

Ini penting sebab bisnis kamu hanya bisa berkembang jika kamu sanggup memikat banyak calon pembeli. Para pelanggan setia dapat membantu kamu dengan cara menyebarkan testimoni mereka agar calon pembeli lain menjadi penasaran dan ikut membeli produk. 

Baca Juga:   Apa Itu Influencer? Ternyata Ini Pengertian dan Manfaatnya untuk Bisnis

Dengan begini, kamu bisa membangun kredibilitas sebagai seorang pengusaha yang sukses.

Manfaat Funnelling

Setiap aktivitas pemasaran pasti memiliki beragam manfaat untuk usaha, baik itu bersifat langsung maupun tidak langsung. Di bagian ini adalah penjelasan mengenai manfaat-manfaat melakukan funnel marketing.

1. Menemukan Strategi Pemasaran yang Ampuh

Kamu boleh jadi mempunyai sebuah strategi pemasaran yang bagus, tetapi tidak ada strategi yang selalu manjur. Pemasaran via kegiatan funnelling ini dapat memberikan manfaat berupa analisis terhadap ketertarikan calon pembeli dan pemilahan data hasil kegiatan marketing. 

Dari data-data analisis tersebut, kamu akan dapat menyimpulkan mana strategi pemasaran yang paling efektif untuk menarik perhatian pembeli.

2. Membantu Memahami Motivasi Konsumen

Kegiatan funnel marketing mengajarkan bahwa setiap calon pembeli memiliki motivasinya sendiri dalam membeli sebuah produk. Ada yang membeli produk karena penasaran, tetapi ada juga yang membelinya karena memang sedang membutuhkan sesuatu. 

Adapun orang-orang yang membeli produk dengan tujuan menjualnya kembali secara grosir. Kegiatan pemasaran ini dapat membantu kamu dalam mengetahui pola pikir setiap konsumen kamu.

3. Mengembangkan Bermacam-Macam Metode Pemasaran

Metode pemasaran itu bukan hanya berorasi di pinggir jalan dan menyebarkan brosur saja, melainkan beraneka ragam. Funnel marketing, dengan segala tahapannya, akan memudahkan kamu dalam menyusun dan mengembangkan cara-cara pemasaran yang baru. 

Baik itu marketing di internet, surat kabar, maupun di media sosial, semuanya bisa bertumpu pada hasil aktivitas funnelling ini.

4. Memudahkan Perencanaan Marketing di Masa Depan

Sebuah aktivitas pemasaran tidak mungkin berhenti begitu saja setelah perusahaan mendapatkan pelanggan setia. Perusahaan harus mampu menyusun rencana pemasaran untuk hari berikutnya agar calon pembeli yang datang bisa lebih banyak. 

Kegiatan funnelling ini bisa memberi kamu ide-ide baru dalam mengembangkan perusahaan dan mendatangkan calon pembeli baru di masa depan.

Tips Melakukan Funnel Marketing

Ingat, sebuah aktivitas pemasaran tidak mungkin berjalan tanpa perencanaan yang baik dan terukur. Ada sejumlah tips yang sebaiknya kamu perhatikan saat melakukan marketing ini, sebagaimana tertera di bawah.

1. Utamakan Calon Pembeli dalam Pemasaran

Ketika kamu memasarkan produk, kamu harus menjadikan calon pembeli sebagai mitra kerja yang tak tergantikan. Para calon pembeli itu ingin pendapatnya didengarkan dan kebutuhannya terpenuhi. 

Apakah kamu siap mendengarkan keinginan mereka dan memenuhi segala kebutuhannya? Apakah produk yang kamu tawarkan kepada mereka merupakan solusi atas permasalahan yang calon pembeli alami? Dalam aktivitas funnel marketing, kamu harus bisa memilah-milah calon pembeli yang sekiranya memang membutuhkan produk dan layanan kamu.

2. Dengarkan Opini Para Konsumen

Karena calon pembeli itu datang dari tempat yang bermacam-macam, mereka pasti punya opini yang berbeda-beda. Ada yang mengutamakan kuantitas produk, namun ada juga yang mencari kualitas. 

Baca Juga:   Apa Itu Engagement Rate Dalam Social Media, Influencer Wajib Tahu

Belum lagi jika calon pembeli berpendapat bahwa produk yang kamu tawarkan itu kurang menarik, kurang jumlahnya, dan seterusnya. Kegiatan funnel marketing dapat membantu kamu dalam mengetahui pendapat para calon pembeli sebagai sumber umpan balik / feedback. 

Meskipun demikian, kamu sebaiknya mengupayakan mencari solusi terbaik yang dapat para calon pembeli terima dengan besar hati.

3, Kelola Komunikasi dengan Konsumen

Para calon konsumen menginginkan informasi yang tepat dan terbaru mengenai produk yang akan mereka beli. Kamu dianjurkan untuk mengelola komunikasi yang baik dengan para calon pembeli tersebut. 

Apabila mereka mempunyai pertanyaan seputar produk kamu, maka jawablah dengan jujur dan akurat. Jika konsumen merasa ragu dan tidak yakin, maka kamu harus sanggup meyakinkan mereka agar pilihannya mantap. 

Kamu bisa membuka layanan call-center yang fungsinya mengarahkan para calon pembeli yang masih punya pertanyaan mengenai produk jualan kamu.

4. Susun Konten yang Baik untuk Funnel Marketing

Konten-konten pemasaran kamu juga memerlukan penataan yang baik agar hasilnya dapat meyakinkan para calon konsumen. Apapun bentuk pemasarannya, baik itu, foto, video, atau infografis, susunlah dengan baik dan menarik. 

Sebuah marketing yang isinya rapi, informatif, dan mencolok akan mampu mendatangkan ribuan konsumen kepada produk kamu. Sebaliknya, pemasaran yang kontennya asal-asalan dan tidak jelas akan menimbulkan keraguan di hati para konsumen.

5. Buat Peta Demografis Konsumen

Peta demografis konsumen dalam funnel marketing ialah sejenis diagram atau tabel yang fungsinya mengelompokkan konsumen berdasarkan beberapa faktor. Dari mana calon konsumen itu berasal, dan berapa jarak yang dia tempuh untuk membeli produk? Apakah gender para konsumen tersebut lebih banyak pria atau wanita? Berapa usia rata-rata dan mata pencaharian para calon konsumen? 

Faktor-faktor ini sebaiknya kamu susun menjadi tabel atau diagram, supaya nantinya kamu bisa mengoptimalkan pemasaran.

6. Teliti Hasil Kegiatan Pemasaran

Setelah kamu selesai dalam aktivitas pemasaran dan mendapatkan pelanggan setia baru, jangan lupa untuk meneliti hasil kerjamu. Buatlah daftar apa-apa yang berhasil kamu lakukan sekarang dan apa yang belum berhasil. 

Dari data tersebut, kamu akan mempunyai pedoman untuk aktivitas pemasaran di masa depan, baik itu ide baru maupun bahan perbaikan.

Yuk, Gunakan Strategi Funnel Marketing Sekarang Juga!

Demikianlah artikel ini menjelaskan tentang apa itu funnel marketing, beserta tahapan, tips, dan manfaat funnelling. Bagaimana, apakah menurutmu aktivitas pemasaran yang satu ini cocok untuk bisnis kamu? Semoga dengan konsep pemasaran ini, bisnis kamu akan semakin berkembang. Terima kasih atas perhatiannya!

Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar influencer, influencer marketing, social media influencer, dan lain lain hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password