Algoritma LinkedIn: Cara Kerja dan Tips Menarik Audiens Lebih Banyak

Algoritma Linkedin - Cara Kerja dan Tips Menarik Audiens

Pemasaran digital adalah metode paling menarik yang dapat membantumu dalam membuat reputasi brand yang baik. Sayangnya tidak semua pengguna tahu cara menggunakan media sosial secara optimal. Nyatanya setiap media sosial memiliki algoritma masing-masing. Begitu pula dengan algoritma di LinkedIn.

Untuk memanfaatkan media sosial, kamu perlu tahu algoritma yang berlaku. Tidak hanya menggunakan LinkedIn sesering mungkin, namun mengoptimalkan cara kerjanya harus kamu ketahui.

Berikut adalah penjelasan mengenai cara kerja algoritma LinkedIn dan cara terbaik untuk meningkatkan audiens untuk bisnis. Yuk, kenali dan praktikkan!

Algoritma yang Berlaku di LinkedIn

Algoritma merupakan struktur instruksi terbatas yang berguna untuk menyelesaikan masalah. Setiap media sosial memiliki cara kerja algoritma masing-masing. Begitu pula dengan LinkedIn. Saat kamu ingin memaksimalkan pemasaran digital yang kamu lakukan, pelajari algoritma yang berlaku.

Berikut adalah tiga macam algoritma LinkedIn yang berjalan dan harus kamu ketahui. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. LinkedIn Memiliki Fitur Filter Untuk Menghindari Spam

Media sosial satu ini cukup tegas dalam menyeleksi setiap konten yang diunggah para penggunanya. LinkedIn memiliki fitur filter yang berlaku untuk menyeleksi konten-konten tertentu. Apabila kamu mengunggah konten yang kurang berbobot, media sosial ini akan segera menyaring konten tersebut. 

Sekilas ketentuan ini terlihat biasa saja. Namun konsekuensi dari penyaringan ini adalah konten yang dianggap berulang dan mirip dengan spam akan hilang. Oleh karena itu kamu harus membuat konten berbobot yang dapat menjangkau audiens sehingga LinkedIn tidak akan menghapus konten tersebut. 

Baca Juga:   7 Cara Menjadi Linkedin Influencer untuk Mengembangkan Karir

2. LinkedIn Menghapus Konten dengan Jumlah Penonton Terbatas

Kamu dapat melihat sensitivitas dari LinkedIn sebab media sosial satu ini sangat menyukai konten-konten berkualitas. Terutama apabila konten tersebut pengguna buat dan bertujuan untuk melakukan promosi.

Media sosial ini akan memberi penilaian cukup baik pada konten yang berisi promosi diri maupun bisnis. Terutama untuk konten promosi yang tidak memiliki unsur spam di dalamnya. 

Namun, algoritma LinkedIn memiliki kemampuan untuk menyeleksi konten mana yang ramai audiens dan mana yang tidak. Sayangnya, beberapa konten tidak dapat menjangkau audiens lebih jauh dan lebih ramai. Konten akan tetap terunggah, namun apabila kurang interaksi maka konten akan dihapus oleh LinkedIn. 

3. Algoritma yang Hanya Berlaku Khusus Pada Postingan Terbaik

Media sosial ini memiliki kategori terbaik untuk beberapa macam postingan, seperti postingan yang berisi opini dari penggunanya. Selain itu, platform biru ini memiliki konten dengan banyak interaksi. Apabila konten promosi kurang menarik, maka kamu dapat mengunggah konten opini untuk menarik interaksi publik. 

Algoritma LinkedIn akan mengunggulkan konten opini dengan banyak interaksi dan menampilkannya ke jangkauan audiens yang lebih luas. Media sosial ini menggunakan organic reach yang berguna untuk melihat jumlah pengguna yang melihat konten tanpa melewati iklan terlebih dahulu.

Selain itu, organic reach akan membantu platform untuk menentukan audiens yang dapat menjangkau konten tersebut. Oleh karena itu, pastikan untuk menjangkau lebih banyak audiens dengan menggunakan tipe konten yang tepat. Apabila berhasil, maka konten milikmu akan terus tampil dan muncul.

Kendati demikian, setelah melewati beberapa waktu konten akan mulai sepi pengunjung. LinkedIn akan kembali menyaring konten yang sudah minim interaksi dan menghapusnya. Meskipun begitu, apabila konten milikmu bertahan cukup lama maka ia telah berhasil mengikuti algoritma yang berlaku.

Baca Juga:   Ketahui Ukuran Foto Profil Linkedin dan Cara Memilih Yang Ideal

Tips dan Trik Untuk Menarik Audiens di LinkedIn

Media sosial satu ini tegas dan unik sebab ia benar-benar mempedulikan kualitas dari konten yang pengguna unggah. Namun jangan khawatir sebab ada banyak cara untuk menaikkan interaksi yang terjadi di antara kamu dan audiens. Perhatikan tips dan trik untuk menarik audiens di LinkedIn di bawah ini!

1. Menggunakan Ide Menarik Untuk Konten yang Tayang

Pemasaran digital adalah metode terbaik yang dapat kamu aplikasikan untuk menarik perhatian audiens melalui media sosial. Sayangnya tidak semua perusahaan atau pengguna mengerti cara untuk mengaplikasikannya secara maksimal. 

Untuk menarik audiens, kamu harus tahu siapa target yang ingin kamu cari perhatiannya. Setelah menentukannya, buatlah konten menarik yang berbobot agar periode unggahan dapat bertahan lama. Konten menarik dan berkualitas yang menjadi kesayangan LinkedIn adalah konten opini yang menggiring audiens.

Kemudian unggah konten tersebut dan tambahkan juga perkembangan terbaru dari brand atau perusahaan yang kamu miliki. Semakin banyak audiens memberikan interaksi, semakin lebar pula konten yang kamu unggah. 

2. Memaksimalkan Algoritma LinkedIn dengan Konten Interaktif

Algoritma LinkedIn sensitif dengan konten yang sepi pengunjung dan kurang interaksi. Oleh karena itu, buatlah konten yang dapat menarik minat audiens. Mulai dari konten yang berisi pertanyaan dan meminta opini audiens. Kamu dapat mengunggah konten tersebut di story ataupun sebagai postingan secara langsung. 

Pastikan untuk membuat pertanyaan yang menarik sehingga audiens merasa perlu untuk menjawab konten tersebut beramai-ramai. Untuk menambah jangkauan, kamu dapat menggunakan fitur tagging dengan menandai konten dengan hal-hal yang relevan. 

Saat interaksi semakin banyak, maka semakin banyak pula organic reach yang akan kamu dapatkan.Kendati demikian, saat interaksi sudah ramai kamu harus menghindari pertanyaan yang kontroversial. Sebab satu kesalahan dari pertanyaan dapat membekas dan mengurangi reputasi perusahaan maupun brand.  

Baca Juga:   Apa itu LinkedIn? Pengertian, Manfaat, dan Cara Menggunakannya

3. Menghindari Konten yang Diunggah di Luar LinkedIn

Memiliki banyak media sosial yang kamu gunakan untuk pemasaran dapat menambah jangkauan audiens lebih luas. Namun ada satu hal yang selalu menjadi permasalahan. Ia adalah kesamaan konten yang pengguna unggah di satu platform dan platform yang lain.

Membuat konten memang tidak mudah, namun apabila kamu menggunakan dua konten yang sama maka salah satu konten pasti kalah. Konten yang terunggah lebih dahulu sudah pasti memiliki lebih banyak audiens dan interaksi yang membludak. Sedangkan konten yang kedua bisa jadi sepi pengunjung.

Oleh karena itu, hindari mengunggah dua konten yang sama di dua platform yang berbeda agar dapat menarik audies lebih luas. Asal konten yang kamu unggah berkualitas, konten tersebut pasti terbaca oleh LinkedIn dan mendapat organic reach lebih banyak. 

Mari Memaksimalkan Algoritma LinkedIn Milikmu!

Menggunakan media sosial untuk pertama kali dapat memberimu kesulitan tersendiri, terutama apabila kamu tidak paham apa bagaimana algoritma yang berjalan. Kendati demikian, mempelajari algoritma dari media sosial akan membuatmu lebih paham bagaimana cara untuk memaksimalkannya.

LinkedIn memiliki algoritma yang cukup berbeda dengan media sosial lain. Ia tegas sekaligus memiliki preferensi lebih terhadap konten berkualitas dan ramai organic reach. Oleh karena itu, gunakan setiap ide yang kamu punya untuk membuat konten yang berisi opini, pertanyaan, dan tanda terhadap hal-hal yang relevan.

Semakin banyak hal yang dapat menarik perhatian audiens, maka semakin mudah pula profilmu ramai dan mendapat reputasi yang baik. Yuk, lebih maksimal dalam menggunakan algoritma media sosial milikmu! 

Dapatkan berbagai informasi maupun tips seputar influencer, berita influencer, influencer media sosial, dan lain-lain hanya di influencer101.id.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password